PURWOREJO - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo, Puguh Triatmoko, S.H., M.H., menegaskan bahwa Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2026 bukan sekadar upacara rutin tahunan, melainkan momentum sakral untuk merefleksikan kembali jati diri kita sebagai bangsa yang besar, bangsa pejuang, dan bangsa yang ber-Pancasila.
Menurut Puguh Triatmoko, Hari Pahlawan adalah benteng terakhir pengingat ideologi bangsa di tengah gempuran ideologi transnasional dan disrupsi digital.
Jika kita lupa pada pahlawan, maka kita akan kehilangan arah sebagai bangsa. Hari Pahlawan adalah vaksin ideologi. Ia mengingatkan kita bahwa Indonesia ini berdiri di atas darah dan air mata, bukan hadiah. Maka tugas kita hari ini adalah menjaga keutuhan NKRI, menjaga Pancasila, menjaga persatuan di Kabupaten Purworejo agar tetap kondusif," tegas Puguh Triatmoko, S.H., M.H., dengan nada penuh wibawa.
Purworejo adalah Tanah Pejuang, Jangan Lupakan Sejarah
Puguh mengingatkan bahwa Kabupaten Purworejo memiliki akar sejarah perjuangan yang sangat kuat. Dari wilayah Bagelen lahir tokoh-tokoh pejuang yang gagah berani.
"Purworejo adalah tanah pejuang. Semangat perlawanan Pangeran Diponegoro berkobar dari sini. Para pahlawan kita di Purworejo tidak pernah berpikir tentang jabatan dan harta, yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana Indonesia Merdeka. Semangat inilah yang harus kita warisi. Jangan sampai di tanah pejuang justru tumbuh generasi yang apatis dan tidak nasionalis," ujarnya.
Sebagai Kepala Kesbangpol, ia melihat ancaman nyata hari ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan radikalisme, intoleransi, hoaks, dan perpecahan akibat politik identitas.
"Musuh kita hari ini lebih halus, tapi lebih berbahaya. Mereka ingin memecah belah persatuan dengan isu SARA, menyebar kebencian di media sosial. Di sinilah nilai kepahlawanan itu kita butuhkan: berani menolak paham yang bertentangan dengan Pancasila, berani menjaga toleransi antar umat beragama di Purworejo yang sangat rukun ini," lanjutnya.
Kesbangpol Perkuat Barisan, Jaga Kondusifitas Purworejo
Puguh Triatmoko menjelaskan, Kesbangpol Kabupaten Purworejo terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa untuk menjaga kondusifitas daerah.
"Kami terus merangkul Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), ormas, kepemudaan, mahasiswa, dan seluruh partai politik. Semua kita satukan dalam satu semangat: Purworejo harus aman, damai, dan bersatu. Tidak boleh ada perpecahan menjelang agenda-agenda kebangsaan ke depan," tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bupati Purworejo Yuli Hastuti, S.H., dan Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi yang terus memberikan arahan agar Purworejo menjadi daerah yang toleran dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
Pesan Tegas untuk Generasi Muda Purworejo
Di akhir pernyataannya, Puguh Triatmoko, S.H., M.H., menitipkan pesan yang sangat kuat dan menggetarkan untuk generasi muda Purworejo.
Untuk anak-anakku, Generasi Muda Purworejo, Pemuda Karang Taruna, KNPI, BEM, OSIS, Pramuka, dengarkan ini:
1. Jangan pernah malu mengibarkan Merah Putih.
2. Jangan pernah lelah menghafal Pancasila dan mengamalkan isinya.
3. Jangan pernah beri ruang kepada paham radikal dan intoleran di sekolahmu, di kampusmu, di desamu.
4. Jadilah pahlawan masa kini dengan prestasi, dengan karya, dengan menjaga persatuan.
Jika kalian ingin jadi pahlawan, tidak perlu menunggu perang. Cukup jaga persatuan, cukup jaga Purworejo tetap damai, cukup berani melawan hoaks dan kebencian. Itu sudah lebih dari cukup.
Selamat Hari Pahlawan 10 November 2026.
Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan.
Pahlawanku Teladanku, Purworejo Bersatu, NKRI Harga Mati, Purworejo Guyub Rukun.
Hormat Kami,
Puguh Triatmoko , S.H., M.H.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)
Kabupaten Purworejo
Mustakim
www.jejakkasusgroup.co.id

Social Header