Breaking News

SUMPAH PEMUDA & HARI PAHLAWAN : DARI LITERASI KITA LAHIRKAN PEMUDA YANG CERDAS DAN BERKARAKTER PAHLAWAN

PURWOREJO -  Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan Tahun 2026 harus dimaknai sebagai momentum untuk membangkitkan kembali budaya literasi di kalangan generasi muda Purworejo.

Menurut Aan Isa, pemuda yang hebat tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari gemar membaca dan memahami sejarah bangsanya.

Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan itu bukan sekadar upacara seremonial. Di balik itu ada catatan sejarah, ada arsip perjuangan, ada buku-buku yang harus dibaca oleh pemuda hari ini agar tidak lupa jati dirinya. Pemuda yang tidak membaca sejarah, akan mudah kehilangan arah," tegas Aan Isa.

Perpustakaan Adalah Rumah Kedua Pemuda

Aan Isa menjelaskan bahwa Dinpusip Purworejo terus bertransformasi menjadi ruang yang ramah bagi pemuda. Perpustakaan tidak lagi identik dengan tempat yang sepi dan kaku, melainkan menjadi ruang kreatif, inklusif, dan digital.

"Kami di Dinpusip sudah menyiapkan Perpustakaan Daerah sebagai Creative Hub untuk pemuda. Ada pojok baca digital, ruang diskusi komunitas, pelatihan literasi digital, bedah buku kepemudaan, dan layanan perpustakaan keliling yang masuk sampai ke desa-desa. Kami ingin pemuda Purworejo betah di perpustakaan," ujarnya.

Ia juga mendorong Karang Taruna dan OSIS di Purworejo untuk aktif memanfaatkan layanan perpustakaan desa dan perpustakaan sekolah sebagai pusat kegiatan literasi kepemudaan.

Arsip Pahlawan adalah Jejak Keteladanan

Menyambut Hari Pahlawan 10 November, Aan Isa mengingatkan pentingnya merawat arsip-arsip kepahlawanan sebagai sumber keteladanan.

"Di Dinpusip kami menyimpan arsip-arsip sejarah perjuangan di Purworejo. Itu adalah jejak nyata bagaimana para pahlawan kita berjuang tanpa pamrih. Tugas kita hari ini adalah menjaga arsip itu tetap hidup, membacakannya kembali kepada generasi muda, agar semangat pengorbanan dan keikhlasan itu tidak hilang," katanya.

Menurutnya, melawan lupa terhadap sejarah adalah bagian dari perjuangan melawan penjajahan gaya baru, yakni kebodohan dan hoaks.

Dukung Purworejo Guyub Rukun  Melalui Literasi

Di akhir pernyataannya, Kepala Dinpusip Stephanus Aan Isa Nugroho, S.STP., M.Si., menegaskan komitmennya untuk mendukung visi Bupati Purworejo Yuli Hastuti dalam mewujudkan Purworejo Guyub Rukun melalui peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat.

"Mari di momentum Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan ini, kita jadikan membaca sebagai gaya hidup pemuda. Dengan literasi yang kuat, kita akan melahirkan pemuda Purworejo yang cerdas secara intelektual, tangguh secara mental, dan berkarakter seperti para pahlawan. Pemuda Berliterasi, Purworejo Berprestasi," pungkasnya.


STEPHANUS AAN ISA NUGROHO, S.STP.,M.Si.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo

Mustakim

www.jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID