Oleh : Gus Takim
Wes tekan jamane, dulur ilang trisnane.
Bojo ming kari statuse. Anak ming unine.
Murid karo guru ilang toto kromone.
Islam kari jenenge. Qur'an kari tulisane. Masjid kari bangunane.
Pasar ilang kumandange. Kali ilang kedunge.
Wong wedok ilang wirange. Wong lanang ra kajen.
Kyai ilang keramate.
Kiamat kari nunggu saate.
Ini adalah peringatan dari leluhur Jawa tentang ciri-ciri kerusakan zaman, yang sangat relevan dengan kondisi hari ini:
1. Dulur Ilang Trisnane
Saudara Hilang Cintanya. Persaudaraan hancur karena harta, warisan, dan politik. Saudara kandung tidak saling sapa bertahun-tahun. Di media sosial saling menghujat.
2. Bojo Ming Kari Statuse & Anak Ming Unine
Pernikahan hanya formalitas untuk status sosial, banyak perselingkuhan. Anak hanya sekedar ada secara biologis, tapi tidak ada ikatan batin dan tidak merawat orang tua.
3. Murid Karo Guru Ilang Toto Kromone
Ini yang paling terasa di dunia pendidikan. Adab murid kepada guru hilang. Siswa berani membentak, bahkan memviralkan guru. Ilmu jadi tidak berkah karena adabnya hilang.
4. Islam Kari Jenenge, Qur'an Kari Tulisane, Masjid Kari Bangunane
Agama menjadi identitas saja, bukan laku hidup. Al-Qur'an hanya jadi hiasan dan pajangan di rumah, tidak dibaca dan dipahami maknanya. Masjid dibangun miliaran rupiah, tapi sholat subuhnya hanya 3 orang.
5. Pasar Ilang Kumandange, Kali Ilang Kedunge
Tatanan ekonomi dan alam rusak. Pasar tradisional sepi karena online shop, interaksi manusia hilang. Sungai yang dulu dalam dan menjadi sumber kehidupan, kini dangkal, kering, dan tercemar.
6. Wong Wedok Ilang Wirange, Wong Lanang Ra Kajen
Krisis moral dan peran. Perempuan kehilangan rasa malu sebagai mahkota dirinya. Laki-laki kehilangan tanggung jawab dan kehormatannya sebagai pemimpin keluarga.
7. Kyai Ilang Keramate
Ulama dan tokoh agama kehilangan wibawa karena ikut arus dunia, mengejar popularitas, bukan keikhlasan.
Puncaknya: Kiamat Kari Nunggu Saate
Jika semua tanda di atas sudah terjadi semua di depan mata kita, maka kata leluhur: kita tinggal menunggu waktu kehancuran itu tiba.
Wallahu a'lam.
Tim Redaksi
www.jejakkasusgroup.co.id

Social Header