Breaking News

Prestour Adalah Sekolah Lapangan Jurnalis Bukan Wisata Gratis.

Rekan-rekan jurnalis dan masyarakat Purworejo yang saya hormati,

Akhir-akhir ini masih ada pandangan miring di masyarakat, bahkan di kalangan birokrasi sendiri, yang menganggap Presstour itu hanya jalan-jalan, hanya hura-hura, hanya menghambur-hamburkan anggaran. Sebagai Ketua Suara Independent Jurnalis Indonesia (SIJI) Kabupaten Purworejo, saya tegaskan: Pandangan  Itu  Salah  Besar  Dan   Harus  Diluruskan.

Presstour bagi kami jurnalis, bukan hadiah. Presstour adalah 
Tugas  Jurnalistik

Saya, Gus Takim, menjelaskan 4 tujuan fundamental Presstour bagi jurnalis:

1. Presstour adalah Verifikasi Fakta. Bukan Katanya-Katanya.
Hari ini kita hidup di zaman banjir rilis. Semua instansi bisa kirim rilis bagus-bagus dari balik meja. Tapi jurnalis yang independen tidak boleh hanya percaya rilis. Kami harus melihat langsung. Benarkah jalan itu sudah dibangun? Benarkah wisata itu sudah siap? Benarkah pelayanan itu sudah mudah? Presstour memaksa jurnalis untuk menjadi saksi mata, bukan tukang stempel rilis.

2. Presstour adalah Upaya Menjaga Independensi.
Justru dengan diajak melihat langsung, kami jurnalis SIJI bisa menulis dengan independen. Kami tidak bisa didikte. Kalau di lapangan bagus, kami tulis bagus. Kalau di lapangan masih jelek, ya kami tulis jelek dengan data dan solusi. Independen itu bukan berarti harus selalu mengkritik, tapi menulis sesuai fakta di lapangan. Presstour memberikan kami fakta itu.

3. Presstour adalah Peningkatan Kapasitas Jurnalis Purworejo.
Jujur saja, jurnalis di daerah sering dianggap kelas dua. Liputannya hanya seremonial, hanya apel, hanya sambutan bupati. Dengan Presstour, wawasan kami terbuka. Kami belajar melihat potensi investasi, belajar melihat manajemen pariwisata, belajar melihat teknologi baru. Ketika wawasan jurnalis naik, maka kualitas berita untuk masyarakat Purworejo juga akan naik.

4. Presstour adalah Kontrol Sosial yang Paling Efektif.
Bagi SIJI, Presstour adalah cara paling jujur untuk mengontrol pembangunan. Kami diajak oleh pemerintah untuk mengawasi pembangunan itu sendiri. Ini adalah bentuk transparansi. Pemerintah yang berani mengajak wartawan ke lapangan adalah pemerintah yang siap dikritik dan siap diawasi.

Oleh karena itu, saya Gus Takim, Ketua SIJI Kabupaten Purworejo, menegaskan sikap:

Kepada  Pemerintah Kabupaten Purworejo dan semua OPD, jangan takut melaksanakan Presstour. Jangan alergi dengan wartawan. Gunakan Presstour sebagai sarana untuk menunjukkan kerja keras kalian kepada rakyat melalui media yang independen. Anggaran Presstour adalah anggaran publikasi yang sah dan legal, bukan pemborosan, selama dilaksanakan secara profesional dan proporsional.

Kepada Rekan-rekan Jurnalis, baik anggota SIJI maupun organisasi lain, mari kita jaga marwah Presstour. Jaga independensi. Jangan karena difasilitasi, lalu kita kehilangan idealisme. Tetap kritis, tetap tajam, tetap berimbang. Tulis yang benar itu benar, yang salah itu salah. Jangan menjadi wartawan amplop yang hanya bisa mengangguk.

Dan kepada Masyarakat percayalah bahwa ketika jurnalis mengikuti Presstour, yang sedang kami perjuangkan adalah hak kalian untuk mendapatkan informasi yang benar, bukan informasi kaleng-kaleng dari media sosial yang tidak jelas sumbernya.

Akhir kata, SIJI Kabupaten Purworejo mendukung penuh kegiatan Presstour yang dilaksanakan secara profesional, transparan, dan bertujuan untuk kemajuan Purworejo.

Presstour bukan soal perginya, tapi soal pulangnya membawa berita yang mencerahkan untuk masyarakat.

Salam Independent!

Purworejo, 6 Oktober 2026
Ttd
GUS TAKIM
Ketua Suara Independent Jurnalis Indonesia (SIJI)
Kabupaten Purworejo

Tim Redaksi

www jejakkasusgroup.co.id.
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID