PURWOREJO, – Ada yang berbeda di peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 DPRD Kabupaten Purworejo tahun 2026. Jika biasanya dirayakan dengan seremoni formal di gedung, tahun ini DPRD justru keluar dari pakem.
Legislatif memilih menggelar "Pasar Apresiasi selama sepekan, 22 – 28 Oktober 2026, sebagai pesta rakyat yang mengedepankan UMKM, seni, dan budaya.
Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Tunaryo, S.Sos., M.A.P., menegaskan, HUT ke-78 ini sengaja dikemas membumi agar gedung rakyat benar-benar menjadi milik rakyat.
"Bagi kami, HUT DPRD bukan sekadar seremoni potong tumpeng. Ini momentum untuk mempererat hubungan DPRD dengan masyarakat. Kami ingin gedung DPRD ini hidup, ada kreativitas, ada seni budaya, dan ada perputaran ekonomi rakyat," tegas Tunaryo, Rabu (22/10/2026).
Puluhan Stan UMKM Hingga Karya Disabilitas
Pasar Apresiasi ini menjadi magnet ekonomi kerakyatan. Total 72 stan dibuka untuk publik.
Rinciannya, 44 stan UMKM binaan DPRD, 16 stan lintas kecamatan se-Kabupaten Purworejo, dan 12 stan dari OPD dan komunitas kreatif. Beragam produk unggulan mulai dari kuliner legendaris, kerajinan bambu, hingga fashion batik khas Purworejo dipamerkan.
"Kami ingin ini bukan hanya pameran, tapi menjadi ruang transaksi dan perluasan jejaring pemasaran bagi pelaku usaha lokal kita," ujar Tunaryo.
Tak hanya soal ekonomi, sisi seni juga mendapat panggung utama. Pameran seni rupa menampilkan karya maestro seni Purworejo, Harjiono, yang bersanding dengan karya-karya pelajar SMP-SMA se-Purworejo.
Yang paling menyentuh, pameran juga menampilkan karya seniman penyandang disabilitas. Semua karya tidak hanya dipajang, tapi juga dijual sebagai bentuk apresiasi nyata.
"Ini bentuk penghargaan kami. Anak-anak Purworejo itu kreatif dan berprestasi. Karya mereka harus dihargai dan dikenal publik," katanya.
Ada Wayang Kulit dan Untuk Pertama Kali Digelar Ruwatan
Rangkaian budaya semakin lengkap dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dan penampilan kesenian tradisional khas Bagelen.
Yang paling mencuri perhatian, untuk pertama kalinya dalam sejarah HUT DPRD Purworejo, digelar prosesi Ruwatan
Ruwatan ini digelar sebagai ikhtiar spiritual, doa bersama memohon keselamatan bagi pimpinan, anggota DPRD, sekretariat, dan seluruh keluarga besar DPRD.
Prosesi dipimpin langsung oleh dalang dengan penyampaian wejangan dan kidung, dilanjutkan siraman dan pelarungan ubo rampe sesuai adat Jawa.
"Harapan kami sederhana, semua anggota DPRD diberikan keselamatan, dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan, dan bisa teguh memegang amanah serta sumpah jabatan yang telah diucapkan," ungkap Tunaryo.
Jalan Sehat, Fashion Show Batik, Hingga Panggung Hiburan
Rangkaian Pasar Apresiasi dikemas padat dan meriah:
- Kamis (22/10): Diawali dengan Mujahadah bersama.
- Sabtu (24/10): Ruwatan, pembukaan pameran seni rupa, festival kuliner UMKM, dan puncak Wayang Kulit malam hari.
- Minggu (25/10): Diratix Walk (Jalan Sehat), pembagian doorprize, hiburan musik, dan kesenian tradisional.
- Senin (26/10): Lomba menggambar dan mewarnai untuk anak, fashion show Batik Purworejo, kunjungan siswa ke gedung DPRD, penampilan komunitas, dan konser musik penutupan.
Tunaryo mengajak seluruh masyarakat Purworejo untuk tumpah ruah meramaikan Pasar Apresiasi ini dengan tetap menjaga ketertiban.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama kegiatan berlangsung ada penutupan jalan sementara di sekitar kompleks DPRD.
"Gedung rakyat adalah milik masyarakat. Di HUT ke-78 ini kami fokus pada kerakyatan. Kami ingin DPRD semakin dekat, semakin kerja nyata untuk Purworejo yang lebih baik," pungkasnya. (GM)
www jejakkasusgroup.co.id

Social Header