Breaking News

Renungan Untuk Purworejo, Rumus Pemimpin Amanah Untuk Masa Depan

Oleh : Ketua SIJI Kabupaten Purworejo. (Mustakim)

PURWOREJO - Jangan tanya seberapa lantang dia berpidato di podium. Tanyalah, seberapa jujur dia menjaga uang rakyat.

Di tengah hiruk-pikuk baliho dan janji manis yang bertebaran, Kabupaten Purworejo butuh cermin. Cermin untuk melihat, pemimpin seperti apa yang sesungguhnya kita butuhkan, terutama untuk pemimpin yang akan datang.

Rumusnya tidak rumit. Bahkan sangat sederhana.

Pemimpin amanah adalah dia yang takut pada seribu rupiah.

Sisa anggaran seribu rupiah pun ia kembalikan, ia catat, ia pertanggungjawabkan. Baginya, tidak ada istilah "sisa buat rokok. 

Ia berbisik: _Ini uang rakyat, bukan uangku._ Ia ingat pesan Umar bin Khattab: Unta milik negara sakit pun, aku takut dihisab di akhirat.

Pemimpin amanah adalah dia yang tidak mencari kambing hitam. Saat masalah datang, dia tidak menunjuk anak buah. Dia maju dan berkata: "Ini salah saya. Ini tanggung jawab saya.

Dan pemimpin amanah adalah dia yang berani berkata TIDAK.  Tidak untuk sogokan, tidak untuk proyek keluarga, tidak untuk memperkaya diri.

Ingatlah Rasulullah Sang Al-Amin yang tidur beralaskan pelepah kurma. Ingatlah Umar bin Abdul Aziz yang mematikan lampu istana untuk urusan pribadi. Ingatlah Jenderal Soedirman yang memilih digotong dalam tandu gerilya daripada tidur di kasur empuk.

Lalu ,bagaimana  dengan  pemimpin  Purworejo  yang  akan datang.

Wahai calon pemimpin Purworejo yang akan datang, dengarkanlah...

Jika engkau terpilih nanti, jangan datang dengan janji muluk untuk membangun gedung-gedung tinggi. Datanglah dengan janji untuk memperbaiki hati.

1. Datanglah Bukan Untuk Dilayani, Tapi Untuk Melayani.
Purworejo tidak butuh raja yang minta dikawal dan dipuji. Purworejo butuh pelayan. Pelayan yang mau masuk ke sawah yang becek, duduk di balai desa yang reyot, mendengarkan jeritan petani yang gagal panen dan pedagang pasar yang sepi.

2. Jangan Bangun Dinasti, Bangunlah Generasi.
Pemimpin yang akan datang, jangan sibuk menempatkan anak, istri, dan kerabat di proyek-proyek basah. Sibuklah menempatkan anak-anak muda Purworejo di sekolah yang baik, di pelatihan kerja, di lapangan usaha. Jabatanmu 5 tahun, tapi generasi yang kau bangun akan hidup 50 tahun.

3. Jangan Alergi Kritik.
Wahai pemimpin masa depan, jangan marah jika dikritik wartawan. Jangan baper jika didemo mahasiswa. Jadikan koran sebagai cermin, jadikan demo sebagai jam alarm. Pemimpin yang anti kritik adalah pemimpin yang sedang menggali kuburannya sendiri.

4. Tinggalkan Warisan Nama Baik, Bukan Warisan Kasus Hukum.
Kekuasaan akan hilang. Harta akan habis. Yang akan dikenang rakyat hanyalah: Apakah engkau jujur atau tidak? Apakah saat kau pergi, rakyat menangis kehilangan, atau bersyukur karena kau akhirnya pergi?

Wahai masyarakat Purworejo, jika ingin menilai pemimpin yang akan datang, jangan lihat besarnya baliho.

Lihatlah hanya tiga hal:

Dari Mulutnya: Apakah kata dan laku sama?
Dari Hartanya: Apakah wajar dari gajinya, atau tiba-tiba jadi raksasa?
Dari Anak Buahnya: Apakah stafnya sejahtera dan berani jujur, atau semua ketakutan?

Karena pemimpin yang amanah itu tidak pernah merasa memiliki. Dia hanya merasa dititipi.

Dan setiap titipan, pasti akan ditanya...

Oleh rakyat Purworejo di dunia,
Dan oleh Tuhan di akhirat.

Tim Redaksi

www.jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID