Breaking News

PURWOREJO Tembus 5 Emas Di Popda Jateng 2026 Kabid Olahraga: Ini Luar Biasa , Tapi PR Kita Adalah KKO

PURWOREJO – Kontingen Purworejo membuat kejutan di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah / Popda Provinsi Jawa Tengah 2026. Target awal meleset untuk emas, tapi perak dan perunggu justru melampaui ekspektasi.  

Hal itu disampaikan H. Widhodho, Kabid Olahraga Disporapar Purworejo dalam wawancara di kantornya, Senin 7 September 2026.

Raih 5 Emas, Naik Tajam dari 2 Tahun Lalu  
Popda Jateng 2026 digelar 1-6 September. Purworejo awalnya menargetkan 8 emas, 10 perak, 11 perunggu.  
Hasil akhir: 5 Emas, 10 Perak, 17 Perunggu  

Alhamdulillah, dengan doa masyarakat Purworejo dan teman-teman media, hasilnya di luar dugaan. Dibanding 2024 dan 2025, ini peningkatan luar biasa," kata H. Widhodho.

Rinciannya:  
Emas 5 cabor: Panjat Tebing, Balap Sepeda, Panahan SD 2 emas, Senam SMA 1 emas.  
Perak: 10  
Perunggu: 17, melampaui target 11.

Catatan: Seharusnya ada 7 emas. Kemarin 2 emas lagi dari SPDC itu legal, atletnya dapat medali dan piagam. Cuma karena peserta kurang dari 5, tidak masuk Simpora. Jadi yang diakui 5 emas," jelas Widhodho.

Peringkat 25 dari 35 Kabupaten
Dengan raihan itu, Purworejo duduk di peringkat 25 Jawa Tengah
Kalau tambah 1 emas saja, bisa naik ke 18 atau 20. Persaingan tahun ini ketat sekali. Kebumen, Temanggung sekitar kita geraknya cepat, pembinaan dan kompetisinya masif," ungkapnya.

Sebagai perbandingan:  
2024: 3 Emas, 7 Perak, 7 Perunggu  
2025: 2 Emas, 6 Perak, 6 Perunggu  
2026: 5 Emas, 10 Perak, 17 Perunggu

PR Besar: Belum Punya Kelas Khusus Olahraga / KKO
Menurut Widhodho, kunci peningkatan prestasi ada di pembinaan berkelanjutan.  
Kita dorong cabor yang sudah dapat emas agar dipertahankan. Yang sudah dapat perak juga kita dorong adakan kompetisi lokal maupun karesidenan. Mental dan psikologi atlet akan terbentuk kalau sering tanding," tegasnya.

Namun ada 1 PR besar: Purworejo belum memiliki Kelas Khusus Olahraga / KKO 
Kita lihat tetangga yang prestasinya signifikan, semua sudah punya KKO. Ini sangat berpengaruh. Ada di Muhammadiyah dan MTS, tapi perkembangannya masih sedikit," katanya.

Ke depan, cabor-cabor langganan medali emas dan perak harus punya kelas khusus. Biar pembinaan dari SD, SMP sudah mulai. Kita akan banyak menjaring bibit-bibit baru," tambahnya.

Menuju POPNAS
Untuk atlet peraih emas, langkah selanjutnya menunggu pemanggilan dari Provinsi Jawa Tengah untuk dipersiapkan ke POPNAS.  

Tanpa kebersamaan Disporapar, KONI, dan semua pihak, sulit kita naik lagi. Ke depan akan banyak kompetisi di Purworejo untuk mengukur kemampuan atlet dan menjaring yang berbakat," pungkas H. Widhodho.

Tim Redaksi

www.jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID