Oleh :Gus Takim
Keserakahan...
membuatmu lupa siapa dirimu
dulu kau berjalan di tanah yang sama
kini kau duduk di singgasana
dan mengira tanah itu milikmu
Jabatan ini amanah
bukan mahkota untuk kau banggakan
kekuasaan ini titipan
bukan warisan untuk kau serakah-kan
Nasihat para pendahulu
tentang sabar, tentang jujur, tentang doa di sepertiga malam
kau buang ke laci
dan kau ganti dengan tepuk tangan
Begitu nikmatnya
melihat orang menunduk untukmu
mendengar "siap pak" di setiap pintamu
seolah semua gedung, semua proyek, semua pujian
adalah hasil karyamu sendiri
Padahal tidak
Itu keringat petani yang kau pungut pajaknya
Itu air mata guru yang gajinya kau tahan
Itu doa ibu-ibu di pasar
yang menitipkan masa depan anaknya di pundakmu
Kau lupa...
kursi ini dipinjamkan rakyat
bukan dihibahkan untuk selamanya
dan setiap tanda tanganmu
akan dihisab oleh sejarah
dan oleh Tuhan
Jangan sampai
saat amanah itu dicabut
baru kau sadar
bahwa selama ini
kau hanya penjaga
yang mengkhianati yang menitipkan
Makna Yang Di Sampaikan
1. Keserakahan Membutakan Hati
Baris pertama mengingatkan bahwa nafsu dan serakah membuat seseorang lupa jati diri. Dari "berjalan di tanah yang sama" menjadi "mengira tanah itu milikmu" - simbol orang yang lupa daratan setelah berkuasa.
2. Jabatan Adalah Amanah, Bukan Milik
Jabatan ini amanah, bukan mahkota"
Kekuasaan bukan untuk gaya-gayaan. Itu titipan rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di dunia ke rakyat, di akhirat ke Tuhan.
3. Melupakan Nilai Para Pendahulu
Sabar, jujur, doa" adalah 3 senjata pemimpin zaman dulu. Tapi sering ditinggalkan begitu ada fasilitas, ajudan, dan pujian. Diganti dengan "tepuk tangan" simbol kemunafikan.
4. Ilusi Hebat Karena Dilayani
Begitu nikmatnya melihat orang menunduk"
Banyak pejabat merasa hebat karena disanjung, padahal yang membuat dia dihormati adalah jabatannya, bukan dirinya.
5. Semua Karena Rakyat
Ini keringat petani, air mata guru, doa ibu-ibu"
Mengingatkan bahwa APBD, proyek, gaji... semua dari rakyat. Pemimpin hanya perantara. Kalau lupa ini, berarti pengkhianat. 6. Peringatan Akhir
Kursi ini dipinjamkan"
Tidak ada yang abadi. Jabatan akan selesai. Tapi catatan sejarah dan hisab tidak akan pernah selesai.
Tim Redaksi
www.jejakkasusgroup.co,id

Social Header