Breaking News

Jeritan Dari Daerah : Rakyat Hanya Butuh Keadilan , Saat Adab Mulai Hilang


Oleh : Ketua SIJI Kabupaten Purworejo ( Mustakim)

PURWOREJO -  Saat ini, rakyat di daerah tidak menuntut yang muluk-muluk. Mereka tidak minta istana.

Mereka hanya butuh satu kata:  KEADILAN.

Keadilan saat harga gabah dibeli murah. Keadilan saat mengurus bantuan yang dipersulit. Keadilan saat suara kecil mereka didengar, bukan diabaikan.

Namun di saat rakyat menahan sabar, kita justru disuguhi tontonan yang menyayat adab.

Kita melihat bagaimana adab itu hilang di ruang-ruang terhormat. Contoh kecil yang viral baru-baru ini, saat Menteri Keuangan Purbaya dalam rapat dengan DPD. Gaya bicara yang tinggi, nada yang merendahkan, seolah wakil daerah tidak ada harganya. 

Rakyat di kampung menonton itu dan bertanya dalam hati:  Inikah contoh pemimpin kami? Di mana adabnya?

Padahal bangsa ini dibangun bukan hanya dengan kecerdasan otak, tapi dengan adab .

Karena ketika adab hilang, muncullah ciri-ciri yang sudah diperingatkan Rasulullah 14 abad lalu.

Rasulullah SAW bersabda:
Tanda orang munafik itu ada tiga: Jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia ingkar, jika dipercaya dia khianat." (HR. Bukhari Muslim)

Hari ini, 6 ciri itu terasa begitu dekat di sekitar kekuasaan:

1. Beda Mulut dan Hati. Lidahnya manis saat kampanye, "Saya akan sejahterakan rakyat." Hatinya busuk, setelah jadi lupa siapa yang memilihnya.

2. Malas Ibadah, Tapi Rajin Pencitraan. Allah berfirman:  Dan apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya di hadapan manusia." (QS. An-Nisa: 142). Rajin live TikTok, rajin posting kegiatan, tapi lupa tujuan utama mengabdi.

3. Suka Mengadu Domba dan Membuat Kacau. Di atas membuat rakyat di bawah bertengkar. Rakyat diadu soal bantuan, soal pilihan, sementara mereka tertawa di atas.

4. Jika Dipercaya, Dia Khianat. Diberi amanah jabatan, malah sibuk memperkaya diri. Diberi amanah uang rakyat, malah bocor ke mana-mana.

5. Pengecut Saat Susah, Paling Depan Saat Senang. Saat rakyat susah, sembako naik, bencana datang, dia hilang. Giliran ada pembagian proyek dan panggung penghargaan, dia paling depan mengaku paling berjasa.

6. Tidak Senang Melihat Orang Lain Senang. Hatinya dengki. Tidak suka melihat daerah lain maju, tidak suka melihat rakyatnya kritis dan cerdas.

Wahai para pemimpin di atas sana...

Rakyat di Purworejo, di pelosok desa, masih duduk bersila menanti keadilan. Mereka tidak butuh kata-kata kasar. Mereka butuh telinga yang mau mendengar dan hati yang mau merunduk.

Ingatlah, jabatan itu hisabnya berat.

Jangan sampai rakyat berdoa bukan lagi untuk kebaikanmu, tapi untuk keadilan dari Tuhan karena sudah lelah menagih keadilan darimu.

Karena doa rakyat yang terzalimi, tidak ada penghalang dengan langit.

Tim Redaksi

www jejakkasusgroup co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID