Oleh : Gus Takim
PURWOREJO - Kita ini terdiri dari dua unsur, Nanda. Jasad dan Roh.
Jasad adalah pakaian. Roh adalah isinya.
Jasad berasal dari tanah. Roh berasal dari hembusan Tuhan.
Jasad akan kembali ke tanah. Roh akan kembali kepada Tuhan.
Saat Kita Hidup, Keduanya Saling Menuntut.
Jasad berkata: Beri aku makan yang enak, beri aku rumah yang megah, beri aku pakaian yang indah.
Roh berkata: Beri aku dzikir, beri aku sujud, beri aku Al-Qur'an.
Seringkali kita terlalu sibuk memanjakan jasad, sampai lupa memberi makan roh. Jasad kita gemuk, tapi roh kita kurus kering. Jasad kita wangi parfum, tapi roh kita bau karena maksiat.
Padahal jasad ini hanya titipan sementara. Dia akan menua, keriput, sakit, dan akhirnya kaku.
Dan Saat Kematian Datang, Terjadilah Perpisahan Paling Menyedihkan.
Itulah detik di mana sahabat paling setia itu berpisah.
Roh ditarik dari ujung kaki. Perlahan naik ke betis, ke perut, ke dada, ke tenggorokan. Jasad tidak bisa menahannya. Jasad hanya bisa diam.
Orang-orang menangisi jasad yang dingin. Padahal yang pergi adalah Roh.
Setelah itu, nasib keduanya berbeda.
JASAD akan mengalami 3 fase:
1. Di Ruang Tamu (Rumah Duka): Jasad dimandikan. Dulu ia yang memandikan dirinya sendiri dengan sabun wangi, kini ia dimandikan orang lain. Dulu ia memilih baju sendiri, kini ia dipakaikan kain kafan putih yang tidak berkantong.
2. Di Ruang Tunggu (Kuburan): Jasad diturunkan ke liang lahad yang sempit, sendirian. Semua yang dicintainya - istri, anak, harta, jabatan - hanya mengantar sampai tepi lubang, lalu pulang.
3. Di Persembunyian (Menjadi Tanah): Beberapa bulan kemudian, jasad yang dulu gagah, yang dulu cantik, yang dulu dibanggakan, hancur menjadi tanah. Tidak ada yang tersisa kecuali tulang.
Sementara ROH akan mengalami 3 fase juga:
1. Di Alam Barzah: Roh melihat jasadnya dimandikan. Ia ingin bicara, tapi tak ada yang mendengar. Jika ia orang baik, ia berkata: Segerakan aku, segerakan aku. Jika ia buruk, ia berteriak: Jangan bawa aku ke sana.
2. Di Alam Penantian: Roh ditanya 3 pertanyaan yang sama untuk semua manusia: Siapa Tuhanmu? Apa Agamamu? Siapa Nabimu? Jasad tidak bisa menjawab. Hanya Roh yang sering sholat, yang sering mengaji, yang bisa menjawab.
3. Di Hari Kebangkitan: Roh akan dipanggil kembali untuk menyatu dengan jasad yang baru, untuk mempertanggungjawabkan apa yang dulu pernah mereka lakukan bersama di dunia.
Wahai kita yang masih hidup.
Muliakanlah jasadmu, tapi jangan kau manja. Sehatkan ia untuk ibadah.
Dan jangan lupakan rohmu. Beri ia makan. Makanannya bukan nasi, tapi istighfar. Minumannya bukan kopi, tapi air wudhu. Pakaian indahnya bukan jas, tapi taqwa.
Karena pada akhirnya, jasad akan ditinggalkan semua orang
Tapi roh akan dijemput oleh amal.
Yang cantik bukan wajahmu, tapi sholatmu.
Yang gagah bukan badanmu, tapi sedekahmu.
Tim Redaksi
www.jejakkasusgroup.co.id

Social Header