Breaking News

Dunia Yang Sempit Dan Hati Yang Tenang

Oleh : Gus Takim

Ada sebuah kalimat hikmah yang kalau kita resapi, bisa membuat air mata kita jatuh malam ini.

Semakin kau mengenal dirimu, semakin sempit kau di dunia ini. Kalau dunia kau anggap bising, karena pikiranmu terpengaruh dengan dunia. Kalau kau mencari ketenangan, ciptakan hati untuk kau buat ruang ketenangan dirimu.

mari kita kupas satu persatu.

1. Semakin Kau  Mengenal  Dirimu ,  Semakin  Sempit Kau  Di Dunia Ini

Selama ini kita merasa dunia ini kurang luas untuk kita. Kurang harta, kurang jabatan, kurang pujian. Kita merasa dunia ini sempit karena keinginan kita terlalu besar.

Tapi begitu kita mulai mengenal diri... Sopo sejatine aku iki?

Oh, ternyata aku ini bukan siapa-siapa. Aku ini hanya hamba. Aku ini hanya tamu sebentar di dunia. Aku ini hanya titipan tulang yang nanti akan jadi tanah.

Saat kita mengenal bahwa diri kita ini kecil, lemah, banyak dosa, dan akan mati... tiba-tiba dunia ini terasa sempit untuk kesombongan kita.

Orang yang kenal dirinya, dia tidak akan betah pamer. Tidak betah memfitnah. Tidak betah bertengkar rebutan warisan, rebutan jabatan.

Kenapa? Karena dia sadar, Aku ini mau mati, untuk apa aku serakah?

Dunia menjadi sempit bagi orang yang mengenal dirinya, karena hatinya sudah tidak muat lagi untuk dunia. Hatinya sudah terlalu rindu untuk pulang kepada Gusti Allah.

Donyo iki rasane sempit, nek atimu wis amba.

2. Kalau  Kau  Anggap dunia  Bising Karena Pikiran  Pengaruh Dengan Dunia.

banyak yang mengeluh hari ini.

Ustadz, dunia ini bising sekali. Rame sekali. Capek.

Padahal, yang bising itu bukan dunia. Yang bising itu pikiran kita.

Dunia tetap berjalan seperti biasa. Matahari tetap terbit. Tapi pikiran kita yang isinya hutang, isinya gengsi, isinya iri melihat tetangga, isinya takut tidak dianggap orang.

Akhirnya, suara adzan yang pelan kalah dengan suara cicilan di kepala kita. Suara hati yang lembut kalah dengan suara ambisi.

Kita mendengar tetangga beli motor baru, hati kita bising. Kita lihat orang lain dipuji, hati kita bising. Padahal motornya dia, yang bising pikiran kita.

Maka, jangan salahkan dunia. Bersihkan pikiran. Karena kebisingan itu bukan dari luar, tapi dari dalam.

3. Kalau Kamu  Mencari  Ketenangan  Ciptakan  Hati  Untul Kau  Buat  Ruang  Ketenangan  Dirimu

Ini kuncinya. 

Ketenangan itu tidak bisa dicari di tempat yang ramai, tidak bisa dibeli di mall, tidak bisa ditemukan di puncak gunung kalau hatinya masih ruwet.

Ketenangan itu tidak dicari, tapi diciptakan 

Bagaimana caranya?

Ciptakan satu ruang kecil di dalam hatimu. Ruang yang tidak ada manusia lain di dalamnya. Hanya ada kamu dan Gusti Allah.

Di ruang itulah kau simpan semua lelahmu. Di ruang itulah kau menangis tanpa dilihat orang. Di ruang itulah kau berdzikir pelan... 
Allah... Allah... Allah...

Orang lain mungkin melihatmu tertawa di luar, tapi di dalam hatimu, kau sedang sujud.

Itulah orang yang tenang. Bukan karena hidupnya tanpa masalah, tapi karena ia punya ruang rahasia  bersama Tuhannya.

Dunia boleh bising di luar, tapi di dalam hatinya... sunyi, damai, tentrem.

Penutup  - Pesan Untuk Malam Ini.


Mulai malam ini, mari kita belajar.

Belajar mengecilkan diri agar dunia terasa tidak penting.
Belajar membersihkan pikiran agar dunia tidak terasa bising.
Dan belajar menciptakan satu pojok di hati kita, yang khusus hanya untuk Gusti Allah.

Jika kau sudah punya ruang itu. kau akan mengerti, bahwa ketenangan itu tidak jauh. Ketenangan itu ada di dalam dirimu sendiri.

Karena sejatinya, yang membuat kita lelah bukan dunia. Tapi karena kita terlalu lama meninggalkan hati kita sendiri.

Semoga malam ini, kita pulang dengan hati yang lebih lapang.

Tim Redaksi

www.jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID