PURWOREJO – Pemkab Purworejo tancap gas. Seluruh 494 desa di Kabupaten Purworejo didorong mengalokasikan Dana Desa untuk penanggulangan AIDS/HIV, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria mulai tahun anggaran 2027.
Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi "Komitmen dan Dukungan Anggaran Dana Desa dalam Penanggulangan Penyakit ATM" yang digelar di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan ini digagas Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) dan diikuti para sekretaris desa dan kelurahan.
Target Besar: Eliminasi TBC 2028, HIV 2030
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, dr. Budi Susanti, M.Sc. menegaskan peran desa sangat krusial untuk menjaga dan memperkuat program kesehatan yang selama ini dijalankan Dinkes dan puskesmas.
Harapannya seluruh desa di 2027 menganggarkan untuk penanggulangan ATM," kata Budi.
Ia merinci target besar Purworejo: mempertahankan status eliminasi malaria yang sudah diraih 2026, mengejar eliminasi TBC pada 2028, dan eliminasi HIV pada 2030.
Di tahun 2026 kami sudah eliminasi malaria, tapi butuh pemeliharaan agar tidak terjadi KLB lagi. Di tahun 2028 kami target eliminasi TBC dan di 2030 eliminasi HIV," jelasnya.
TBC: 11-14 Orang Meninggal Per Jam
Budi menyebut TBC menjadi perhatian serius. Strategi saat ini adalah jemput bola mencari penderita sebanyak-banyaknya agar segera diobati dan rantai penularan putus.
Sekarang prosesnya mencari penderita TBC sebanyak-banyaknya. Ketika kami temukan, diobati, sehingga rantai penularan terputus. Harapannya di 2028 angka penularan dan kasus TBC turun," ujarnya.
Ia mengingatkan, TBC bukan hanya urusan Dinkes. Data nasional menyebut 11-14 orang meninggal setiap jam karena TBC.
"Karena itu butuh gerakan bersama lintas sektor, dari Pemkab sampai pemerintah desa," tegasnya.
HIV & TBC Saling Terkait
Budi juga menyoroti keterkaitan HIV dan TBC. Sesuai program nasional, setiap penderita TBC wajib tes HIV, begitu juga sebaliknya.
Tujuannya menemukan kasus lebih dini dan memastikan pasien dapat penanganan tepat," jelasnya.
Untuk malaria, kewaspadaan tetap tinggi meski sudah eliminasi. Sebanyak 153 desa di wilayah pegunungan Purworejo masuk kategori rawan dan harus terus disosialisasikan.
Sosialisasi Kejar 494 Desa
Rakor ini merupakan gelombang ketiga. Total 494 desa dan kelurahan di Purworejo menjadi sasaran sosialisasi selama 3 hari.
Gelombang terakhir Selasa (8/9/2026) diikuti desa dari Kecamatan Kutoarjo, Purworejo, Ngombol, dan Pituruh. Dua gelombang sebelumnya digelar 1-2 September 2026.
Harapannya dengan bahu-membahu antara OPD, desa, puskesmas dan seluruh elemen, target eliminasi bisa tercapai. Warga Purworejo sehat, penduduknya sehat," pungkas Budi.
Mohon doanya, semoga kita bisa eliminasi TB dan eliminasi HIV," tutupnya.
Tim Redaksi
www.jejakkasusgroup.co.id

Social Header