Breaking News

Topeng Kehidupan

Renungan Tentang Sosial, Harta, dan Hati

Oleh : Gus Takim


Yang tak pernah bisa diprediksi dalam hidup ini  
Adalah garis rezeki...  
Ada yang jadi buruh harian, berkeringat di bawah terik,  
Ada yang jadi pegawai, setia di balik meja,  
Ada yang jadi pedagang, menjajakan harap dari pintu ke pintu,  
Ada yang jadi pengusaha, membangun istana dari mimpi.

Tapi ternyata...  
Yang mengubah manusia bukanlah pekerjaannya,  
Melainkan hatinya.

Ada yang diberi sedikit, lalu menjadi serakah,  
Ada yang diberi banyak, lalu menjadi sombong dan angkuh.  
Ada pula yang diberi ujian, lalu menjadi sabar dan ikhlas,  
Tersenyum meski dompet kosong, tetap ramah meski dihina.

Di tengah masyarakat,  
Banyak yang ingin tampil sebagai tokoh,  
Ingin disegani, ingin dihormati, ingin namanya disebut.  
Tapi anehnya...  
Orang yang paling disegani adalah yang paling banyak hartanya.  
Perintahnya selalu ditaati,  
Bicaranya selalu dipercaya,  
Meski kadang salah.

Sementara yang hidup pas-pasan,  
Suaranya pelan, langkahnya disepelekan,  
Kebaikannya mudah dilupakan.

Lebih aneh lagi,  
Ada yang miskin... tapi sombongnya melebihi raja,  
Ada yang tak punya... tapi sok kaya di hadapan sesama.  
Penuh kepura-puraan, penuh kemunafikan.

Masjid penuh di waktu sholat Jumat,  
Tapi hati kosong saat diminta memaafkan.  
Bibir basah dengan doa,  
Tapi tangan kotor dengan fitnah dan caci.

Ya Allah...  
Berapa banyak kami sholat, tapi lupa mengamalkan,  
Berapa banyak kami mengaji, tapi lupa menghayati,  
Berapa banyak kami menuntut dihormati,  
Tapi lupa menghormati orang lain.

Ajarkan kami, Tuhan...  
Bahwa mulia bukan karena harta,  
Tapi karena akhlak.  
Bahwa kaya bukan karena uang,  
Tapi karena qana'ah.  
Bahwa hebat bukan karena disegani,  
Tapi karena bermanfaat.

Karena pada akhirnya,  
Yang akan tetap tinggal bukan jabatan,  
Bukan rumah, bukan mobil, bukan nama besar.  
Yang tinggal hanyalah...  
Seberapa ikhlas kita memberi,  
Seberapa sabar kita menahan,  
Dan seberapa tulus kita mencintai sesama.

Maka mari...  
Mikul dhuwur sifat tawadhu',  
Mendhem jero sifat angkara.  
Sebelum ajal datang menjemput,  
Dan semua topeng terlepas satu-satu.

Tim Redaksi 

www jejakkasusgroup co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID