PURWOREJO – Semangat kemerdekaan masih terasa kental. Usai memimpin upacara HUT RI Ke-81 di halaman kantor, Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Ir Hermawan Wahyu Utomo ST. M.Si, langsung menemui awak media. Bukan hanya bicara capaian, tapi juga membacakan tekad baru: membawa air bersih sampai ke pelosok Purworejo.
Tetes Kemerdekaan Dari Perwitasari
Di tanah Purworejo yang kita cinta
Mengalir bening semangat merdeka
Dari pegunungan, dari mata air bangsa
Menjadi tetes harapan di setiap rumah
PDAM Tirta Perwita Sari
Bukan sekadar pipa dan aliran
Engkau penjaga kehidupan
Engkau urat nadi kemerdekaan
Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka
Delapan puluh satu tahun kita belajar mandiri
Seperti air yang tak pernah lelah
Memberi, menghidupi, tanpa meminta kembali
Teruslah mengalir Perwita Sari
Bawa bersih, bawa sehat, bawa berkah
Untuk Purworejo, untuk Indonesia
Maju bersama, air untuk negeri!
Semangat 45 Untuk Pelayanan Tanpa Henti
Dalam wawancara, Direktur menegaskan bahwa upacara 17 Agustus bukan sekadar ritual tahunan.
"Kegiatan ini untuk memberi motivasi dan semangat. Di era kemerdekaan, kita harus gali makna perjuangan leluhur dan terapkan dalam profesi kita. Khususnya dalam pelayanan air bersih," ujarnya.
Ia menekankan, tugas PDAM belum selesai. "Karyawan dan karyawati tidak boleh lelah. PR kita masih banyak. Saat ini cakupan layanan PDAM Purworejo baru sekitar 40% atau 40.850-an sambungan rumah, mendekati 41.000. Dengan semangat 45, kita harus terus kembangkan pelayanan sampai ke pelosok," tegasnya.
Backup Sumber Air, Antisipasi Kemarau dan Pertumbuhan Penduduk
Untuk menjawab tantangan, PDAM sudah menyiapkan "kantong-kantong produksi" di berbagai titik.
"Alhamdulillah kemarau tahun ini belum ada permintaan dropping air. Tapi kita tetap siaga," jelasnya.
Beberapa sumber andalan PDAM saat ini antara lain:
- Wilayah Utara: Sumur Medono, Simbajoyo, Bener, Tawangrejo, Tuk Songo
- Wilayah Tengah: Sumur Banyuurip, Intake Projen
- Wilayah Terbesar: IPA Boro
- Wilayah Timur: Bukarjo, Bandung Sari
- Kerjasama Strategis: Dengan PT TUJT, mengambil air dari Jembangan dan Bagelen Asal bersumber dari Waduk Wadaslintang
"Kami juga siapkan 2 backup di Bagelen dan Sungai Cokroyasan, Gedung Amal. Jadi pertumbuhan penduduk Purworejo sudah kita antisipasi," tambahnya.
Sasar Purworejo Selatan dan Barat
Kabar baik untuk warga selatan. Tahun ini PDAM akan fokus ekspansi ke Kecamatan Grabag.
Rencananya kita masuk ke Argobinangun, dekat kawasan industri. Sebagian juga ke Desa Bojong, Kecamatan Ngombol. Kita nyisir ke timur bertahap," ungkapnya.
Ia juga menyebut 4 kecamatan yang dulu rawan krisis air saat kemarau — Butuh, Grabag, Kemiri, Pituruh — kini sudah teratasi dengan suplai dari Wadaslintang.
Soal target 100%, Direktur realistis. "Kalau tanpa PAMSIMAS mungkin bisa 100%. Tapi PAMSIMAS umurnya pendek, 3-5 tahun sering mati karena maintenance. Makanya PDAM hadir sebagai backup. Sebelum terjadi masalah, kita sudah siapkan sumbernya. Izin dan tanah sudah ada," pungkasnya.
Air dan Kemerdekaan
Di usia RI ke-81, air bukan lagi sekadar kebutuhan. Ia adalah simbol kemerdekaan. Merdeka dari haus, merdeka dari penyakit, merdeka untuk hidup sehat.
Dan PDAM Tirta Perwitasari bertekad menjadi "tetes kemerdekaan" itu. Mengalir, memberi, dan menghidupi Purworejo tanpa pernah lelah.
Dirgahayu RI Ke-81. Maju Bersama, Air Untuk Negeri.
Tim Redaksi
www jejakkasusgroup.co.id


Social Header