*PURWOREJO, 4 Juli 2026* – Persatuan Guru Republik Indonesia PGRI Kabupaten Purworejo menggelar Konferensi Kerja Kabupaten II Tahun 2026 di Aula Gedung PGRI Purworejo, Sabtu 4/7/2026. Raker ini jadi ajang evaluasi program, penguatan organisasi, sekaligus menyatukan langkah PGRI dengan Pemkab Purworejo.
Hadir dalam pembukaan: Kepala Dindikbud Purworejo *Yudhie Agung Prihatno*, Ketua PGRI Kab. Purworejo *Irianto Gunawan, http://S.Pd*, Wakil Ketua PGRI Jateng *Dr. Sri Suciati*, pengurus cabang, dan ratusan guru se-Purworejo.
*1. Pemkab Komitmen: Anggaran Pendidikan Purworejo 28%*
Kepala Dindikbud Yudhie Agung Prihatno menegaskan komitmen Pemkab Purworejo terhadap dunia pendidikan. Di tengah efisiensi anggaran nasional, porsi pendidikan di APBD Purworejo justru di atas ketentuan UU.
“Kalau digabung semua OPD hampir 48 persen. Yang masuk ke Dinas Pendidikan 28 persen. Ini di atas amanat UU minimal 20 persen. Ini bentuk nyata komitmen Bupati dan Wakil Bupati,” ujar Yudhie.
Soal kebijakan WFA/WFH guru saat libur, Yudhie menyebut itu adalah penugasan yang diserahkan ke kepala sekolah. Berlaku selama masa libur dan bisa terus berjalan selama tidak ada pencabutan.
“Harapannya ini mendukung efisiensi, efektivitas, dan guru tetap fresh saat kembali mengajar di MPLS nanti,” katanya.
*2. PGRI Purworejo Target Punya Tanah & Gedung Sendiri 2025-2030*
Ketua PGRI Kabupaten Purworejo Irianto Gunawan menyebut Rakerkab II ini penting untuk mengevaluasi program dan merancang langkah ke depan agar organisasi semakin kuat.
Salah satu program besar 2025-2030 adalah pengadaan tanah dan pembangunan gedung milik PGRI. Selama ini gedung PGRI masih pinjam pakai aset Pemkab.
“Harapannya gedung serbaguna ini bisa untuk rapat, olahraga badminton, tenis. Di sisinya ada homestay. Juga akan kita dorong pendirian TK PGRI untuk menampung guru TK swasta yang lahannya sudah tidak ada,” kata Irianto.
Irianto juga mengapresiasi sinergi Pemkab. “Saya lebih senang dianggap bagian keluarga PGRI. Kami bukan bicara jabatan, tapi tanggung jawab. Pendidikan harus jadi prioritas untuk wujudkan Purworejo Berseri dan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
*3. Mengenang Perjuangan Guru: Dari Embrio UU Guru ke TPG*
Dalam sambutannya, Yudhie mengenang perjuangan panjang PGRI. Ia menyebut embrio Undang-Undang Guru dan Dosen lahir dari gedung PGRI ini tahun 2003.
“Dulu perjuangannya sangat _heroik_. Ada saksi sejarahnya di sini. Guru berjuang saat aturan pensiun 56 tahun, anak masih sekolah. Alhamdulillah sekarang ada TPG dan lainnya,” kenang Yudhie.
Ia juga menyinggung isu guru P3K. PGRI terus berjuang agar status guru hanya ada 2: ASN dan non-ASN. “Tanggung jawabnya sama mendidik anak, tapi penerimaannya berbeda. Bahkan tidak dapat pensiun. Ini PR kita bersama,” ujarnya.
*4. Layanan Hukum Gratis & Organisasi Sehat Jadi Sorotan PGRI Jateng*
Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah Dr. Sri Suciati mengapresiasi PGRI Purworejo yang menggelar raker tepat waktu sesuai AD/ART.
“Ini ukuran organisasi sehat. Layanan ke anggota jalan, perjuangan profesionalisme dan kesejahteraan guru terus. Apalagi anggaran pendidikan Purworejo 28%, ini luar biasa,” kata Sri Suciati.
Ia juga mengingatkan salah satu manfaat keanggotaan PGRI: layanan dan pendampingan hukum gratis bagi guru yang tersangkut kasus. “Dibiayai dari iuran anggota dan usaha PGRI. Ini bentuk nyata perlindungan profesi,” tambahnya.
Sri Suciati juga menyorot perjuangan PGRI di tingkat nasional yang berhasil mendorong rekrutmen 600 ribu lebih guru P3K. “Perjuangan kita selanjutnya: P3K paruh waktu jadi full time,” tegasnya.
*5. Fokus Raker: Evaluasi, Kendala, dan Program 1 Tahun ke Depan*
Ketua Panitia Penyelenggara melaporkan, Rakerkab II dilaksanakan 1 hari penuh dengan agenda: sidang pleno, sidang komisi, hingga pengesahan program kerja dan RAPBO.
Dasar kegiatan ini adalah UU Guru dan Dosen, AD/ART PGRI, dan SK Kepengurusan PGRI Purworejo. Peserta terdiri dari pengurus harian, perwakilan cabang kecamatan, dewan penasehat, dan peninjau.
“Dengan dinamika regulasi dan kebutuhan baru, tidak ada yang stagnan. Hasil evaluasi hari ini akan jadi penguat langkah PGRI ke depan,” tutup Irianto.
Mustakim
www.jejakkasusgroup.co.id


Social Header