*BAGELEN, PURWOREJO* – Suasana haru menyelimuti Pendopo Kecamatan Bagelen saat acara pisah sambut, Selasa 30 Juni 2026. *Sigit Kurniawan Saputro, S.S., http://M.Eng.* resmi pamit setelah 2 tahun 4 bulan menjabat Camat Bagelen. Ia dimutasi menjadi *Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo*.
Rombongan perangkat kecamatan, kepala desa, tokoh masyarakat, hingga relawan kebencanaan mengantar Sigit hingga ke Kantor Setda Pemkab Purworejo.
> _“Tentu saya merasa bahagia. Itu wujud apresiasi, meskipun sebenarnya kami tidak ingin merepotkan. Tapi itu kehendak mereka, kami hargai sebagai wujud kebersamaan selama ini. Saya tekankan, ini bukan perpisahan, tapi tetap bersilaturahmi. Hanya pindah tugas,”_ ujar Sigit kepada awak media usai acara.
*Tinggalkan Bagelen dalam Kondisi Kondusif*
Selama menjabat, Sigit menyebut Kecamatan Bagelen dalam kondisi aman dan kondusif.
> _“Alhamdulillah, selama saya bertugas lancar dan kondusif. Ada satu dua permasalahan, tapi alhamdulillah bisa terselesaikan dengan baik. Komunikasi juga sudah terjalin baik dengan kepala desa dan unsur masyarakat,”_ katanya.
Ia berharap kondisi kondusif itu terus dipertahankan di bawah kepemimpinan Camat baru, *R. Iman Ciptadi, http://S.Pd., M.M.*
> _“Pak Iman sudah berpengalaman. Pernah jadi Sekcam di tiga wilayah: Kemiri, Bruno, dan Bener. Beliau juga asli Bagelen. Jadi kami positif, meninggalkan Bagelen sudah di saat yang tepat, dan diteruskan oleh orang yang tepat,”_ ungkapnya.
Sigit menambahkan, transisi administrasi masih berjalan. Beberapa dokumen masih perlu tanda tangannya, namun pelaksanaan tugas di kecamatan sudah sepenuhnya dipegang Camat baru.
*Relawan Bencana: “Kami Merasa Kehilangan”*
Kesederhanaan dan kepedulian Sigit di bidang sosial menjadi kesan mendalam bagi relawan. *Heru Widodo*, Relawan Kebencanaan Bagelen, mengaku kaget dengan mutasi yang dinilai terlalu cepat.
> _“Beliau sangat welcome ke karyawan kecamatan dan ke kami relawan bencana. Banyak mensupport bidang sosial kemanusiaan, kedaruratan, dan kebencanaan. Jujur kami merasa kehilangan,”_ ujarnya.
> _“Selama ini tidak ada yang negatif. Yang bikin kecewa, belum begitu lama beliau sudah dimutasi. Tiap ada persoalan kemanusiaan kami dipanggil ke kecamatan. Sekarang harus menyesuaikan lagi dengan camat baru,”_ tambahnya.
*Tokoh Masyarakat: “Hadiah Terindahnya Adalah Kehadiran”*
Hal senada disampaikan *Widiyanto*, Ketua PMKG dan Ketua Panitia Grebeg Bagelen. Ia mengaku sampai meneteskan air mata saat melepas Sigit.
> _“Saya kaget. Usia saya sudah tua ini sampai nangis. Sosok kepemimpinannya turun langsung ke masyarakat. Jam 12 malam pun, terakhir sebelum dimutasi, beliau hadir di Petilasan Bagelen. Kelincahan dan kecepatan turun ke masyarakat itu luar biasa,”_ kenangnya.
> _“Kalau kekurangannya? Saya kira tidak ada. Beliau sederhana, adabnya dengan masyarakat luar biasa. Hadiah terindah dari beliau: setiap saat masyarakat menghubungi, beliau pasti hadir. Itu hadiah terindah untuk masyarakat,”_ pungkas Widiyanto.
Widiyanto juga menyebut Sigit menjadi bagian dari tim yang mengantarkan Grebeg Bagelen meraih Juara 1 tingkat Kabupaten, sebelum akhirnya dimutasi.
Mustakim
www.jejakkasusgroup.co.id


Social Header