Di warung kopi, harga naik lagi
Bapak-bapak menunduk, dompetnya menangis
Ibu-ibu menakar beras, sebutir demi sebutir
Anak sekolah bertanya, "Pak, minggu depan makan apa?"
Jawabnya hanya diam... dan doa
Para pemimpin datang membawa janji
Angin segar yang selalu tertiup, tapi tak pernah sampai
Pidato merdu di layar kaca
"Segera kami benahi, segera kami perbaiki"
Sementara rakyat... sudah kehabisan kata untuk menjerit
Ya Allah...
Di saat perut cekik, tangan koruptor makin rakus
Uang rakyat jadi pesta, hukum jadi dagangan
Bicara lantang dibilang makar
Diam pun tetap dicekik pajak
81 tahun kita merdeka
Bendera merah putih berkibar gagah
Tapi di dada... kosong
Kemerdekaan hanya di KTP, bukan di meja makan
Lepas dari penjajah, terjebak oleh topeng
Wajah-wajah berjas bicara atas nama rakyat
Padahal yang dihancurkan... ya rakyat itu juga
Ya Allah...
Berilah kami kekuatan
Kuatkan hati para ibu yang tetap menyuapi anaknya walau lauknya hanya garam
Kuatkan bapak yang tetap berangkat kerja walau upahnya tak cukup
Kuatkan kami menghadapi penjajahan baru
Penjajahan yang datang bukan dengan bedil
Tapi dengan kebijakan, dengan pajak, dengan janji kosong
Pulihkan negeri ini ya Rabb
Jadikan kemerdekaan ke-81 ini bukan hanya seremonial
Tapi titik balik...
Dimana hukum kembali tegak
Dimana pemimpin kembali mengabdi
Dimana rakyat bisa merdeka...
Benar-benar merdeka
Di perut, di hati, dan di masa depan
Aamiin...
Purworejo, Agustus 2026
Menyambut HUT RI ke-81
Oleh : Gus Takim
Tim Redaksi
www.jejakkasusgroup.co.id


Social Header