Tuntut Kasus Mini Zoo Diusut Tuntas, Bukan Setengah-setengah
PURWOREJO – Kantor Kejaksaan Negeri Purworejo mendadak ramai. Senin (27/7/2026), ratusan warga dari Aliansi Purworejo Tuntut Keadilan turun ke jalan.
Mereka kompak menuntut Kejari membuka seterang-terangnya kasus dugaan korupsi proyek Mini Zoo yang nilainya bikin geleng kepala.
Aksi ini bukan aksi biasa. Massa datang dari berbagai simpul: Joxzin, Tamperak, Pemuda Pancasila, FPI, hingga warga dari desa-desa. Satu suara: hukum harus adil.
"Jangan Cuma 3 Tersangka"
Di depan pagar Kejari, Koordinator Lapangan Sumakmun dengan lantang menyuarakan kekecewaan.
"Rakyat berhak tahu! Jangan sampai ada tebang pilih. Kalau buktinya ada, sikat semua. Jangan pilih kasih," tegasnya.
Massa mempertanyakan kenapa baru 3 orang yang jadi tersangka. Mereka mendesak penyidik membongkar sampai ke akar-akarnya, bukan hanya cari aman.
Sayangnya jawaban Kajari Widi Trismono, S.H., M.H dinilai masih normatif. "Kami butuh kepastian, bukan basa-basi hukum," sorak massa.
Janji Kajari: Butuh Bukti Kuat
Menemui langsung pendemo, Kajari Widi mengapresiasi kepedulian warga. Ia berdalih proses hukum korupsi tidak bisa dikebut.
"Tersangka tidak bisa asal tunjuk. Harus ada alat bukti yang cukup. Pengembangan ke pihak lain masih kami dalami," jelasnya.
Tapi jawaban itu belum memuaskan. Aliansi menegaskan akan terus mengawal kasus ini. Jika tidak ada kejelasan, aksi jilid 2 siap digelar.
Usai dari Kejari, massa bergerak ke Gedung DPRD Purworejo. Mereka ingin wakil rakyat juga ikut menekan agar kasus ini tidak masuk angin.
Aksi berjalan tertib. Tapi pesannya keras: Publik Purworejo sudah muak dengan proyek mangkrak dan hukum yang lamban.
Mini Zoo boleh mini, tapi korupsinya jangan dibiarkan jadi besar.
Mustakim
www.jejakkasusgroup.co.id


Social Header