Breaking News

Jangan Bodohi Kami ! Aliansi Warga Purworejo Gempur DPRD Dan Kejari , Tuntut Tuntaskan Kasus Mini zoo Rp 6,5 Miliar

PURWOREJO — Kemarahan warga Purworejo memuncak. Aliansi Warga Purworejo ancam turunkan massa besar-besaran ke Gedung DPRD Purworejo dan Kejaksaan Negeri Purworejo dalam waktu dekat.

Aksi ini dipicu kekecewaan terhadap penanganan kasus dugaan korupsi proyek mangkrak *Mini Zoo Purworejo yang menelan anggaran negara Rp 6,5 miliar

"Kami sudah muak! Uang rakyat Rp6,5 miliar dikorupsi, proyeknya mangkrak, dan penegakan hukumnya jalan di tempat. Ini bukan sekadar proyek gagal, ini pengkhianatan terhadap rakyat Purworejo!" tegas Ketua Aliansi Warga Purworejo, Sumakmun, Selasa (21/7/2026).

Tuding  Ada  Kambing  Hitam

Sumakmun menilai penanganan kasus oleh aparat penegak hukum terkesan setengah hati dan tebang pilih. Hanya tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Jangan bodohi kami! Proyek sebesar ini tidak mungkin hanya dikerjakan satu orang. Mana pertanggungjawaban pimpinan OPD? Mana pengawasan DPRD? Mana peran PPK dan KPA? Kalau hukum mau ditegakkan, sikat semuanya! Jangan hanya cari kambing hitam," ujarnya dengan nada tinggi.

3 Tuntutan  Tegas Untuk  Kejari Dan DPRD

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Warga Purworejo mengajukan 3 tuntutan mendesak:

1. Kejaksaan Negeri Purworejo segera menetapkan tersangka baru dan mengusut tuntas aliran dana Rp6,5 miliar. Buka seterang-terangnya siapa saja yang menikmati.
2.  DPRD Purworejo menjalankan fungsi pengawasan. Panggil semua pihak terkait, jangan jadi penonton. Rakyat butuh wakilnya berpihak, bukan melindungi.
3. Aparat penegak hukum bekerja tanpa tebang pilih. Jika dalam 1x24 jam tidak ada kejelasan, massa akan datang lebih besar dan menduduki kantor.

"Kami datang bukan untuk rusuh. Kami datang karena hukum dipaksa diam. Kalau negara tidak hadir memberi keadilan, maka rakyat yang akan menagihnya di jalan. Cukup sudah Purworejo dikadalin proyek bodong!" pungkas Sumakmun.

Ajak Seluruh  Elemen  Turun Jalan

Sumakmun juga mengajak mahasiswa, ormas, dan seluruh masyarakat Purworejo untuk bergabung. 

"Ini bukan aksi Tamperak saja. Ini aksi rakyat Purworejo yang sudah lelah dibohongi. Turun ke jalan, kawal uang kita, kawal masa depan anak cucu kita!"

Hingga berita ini diturunkan, Aliansi Warga Purworejo masih melakukan konsolidasi akhir. Mereka memastikan aksi akan berjalan damai namun tegas, dengan pengawalan ketat agar suara rakyat didengar.

Tim Redaksi 

www jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID