Breaking News

HUT RI ke-81: Bercermin Sebelum Bertepuk Tangan


Oleh Gus Takim

PURWOREJO – 81 tahun Indonesia merdeka. Bendera akan dikibarkan lagi. Lomba akan digelar lagi. Pidato akan disampaikan lagi.

Tapi mari sejenak kita berhenti. Mawas diri.

Dalam rangka menyambut HUT RI ke-81, saya mengajak kita semua merenung. Bukan merenung karena sedih, tapi merenung karena cinta pada bangsa ini.

Aku sebagai pejabat atau penguasa, apa yang sudah kusumbangkan untuk bangsa ini?
Apakah kebijakan yang kulahirkan meringankan rakyat, atau justru menambah beban? Apakah anggaran yang kuputuskan berpihak pada yang lemah?

Aku sebagai aparat hukum, apa yang kulakukan untuk negara dan bangsa ini? 
Apakah hukum yang kutegakkan membuat rakyat merasa aman dan adil? Atau justru membuat mereka takut dan jauh?

Aku sebagai wakil rakyat, apa yang kuberikan pada negara, bangsa, dan rakyatku?
Apakah suara yang kusampaikan di gedung itu benar-benar suara mereka? Atau hanya suara kepentingan?

Pertanyaan ini pahit. Tapi harus kita tanyakan.

Karena kemerdekaan bukan hadiah. Kemerdekaan adalah amanah. 

Dan di akhir renungan ini, muncul satu pertanyaan yang paling telanjang:  
"Pantaskah aku mendapat penghargaan?"

Penghargaan sejati bukan plakat di dinding. Bukan foto di baliho.  
Penghargaan sejati adalah ketika rakyat kita sebut "mereka terlayani". Ketika anak-anak bisa bermimpi tanpa rasa takut. Ketika keadilan bisa dibeli bukan dengan uang, tapi ditegakkan dengan hati.

Mari jadikan HUT RI ke-81 ini bukan hanya perayaan.  
Jadikan ini  introspeksi nasional

Karena bangsa besar lahir dari orang-orang yang berani jujur pada dirinya sendiri.

Dirgahayu Indonesia ke-81. Merdeka!

Tim Redaksi

www.jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID