*PURWOREJO* – Kegelisahan tentang kondisi bangsa saat ini disuarakan *Gus Takim*, Ketua Suara Independent Jurnalis Indonesia/SIJI Kabupaten Purworejo. Ia menilai Indonesia sedang dihadapkan pada 3 krisis besar sekaligus: hukum, moral, dan sosial.
> _“Indonesia saat ini masih berharap besar kepada Presiden Prabowo. Agar betul-betul memperhatikan kasus korupsi yang sudah menggurita di negeri ini,”_ tegas Gus Takim, Minggu 5 Juli 2026.
*1. Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas*
Gus Takim menyoroti ketimpangan dalam proses penegakan hukum. Menurutnya, rakyat kecil masih kerap menjadi pihak yang paling dirugikan.
> _“Sering kali dalam proses hukum, rakyat kecil yang jadi korban. Rasa keadilan dan kemanusiaan seperti sudah hilang. Ini yang membuat kepercayaan publik pada hukum semakin tipis,”_ ujarnya.
Ia mendorong agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Siapa pun pelakunya, termasuk pelaku korupsi besar, harus diproses tegas.
*2. Krisis Adab di Ruang Digital*
Selain hukum, Gus Takim juga menyoroti degradasi moral di media sosial. Ia prihatin melihat masyarakat Indonesia yang dikenal santun, kini justru disuguhi pertengkaran di ruang publik.
> _“Masyarakat saat ini disuguhi tontonan yang kurang beradab. Di medsos saling caci, saling memfitnah. Kita sebagai bangsa Timur sudah kehilangan sopan santun, tata krama, dan adab,”_ katanya prihatin.
Menurutnya, jika dibiarkan, generasi muda akan menganggap caci-maki dan ujaran kebencian sebagai hal yang normal.
*3. Pudarnya Nilai Gotong Royong*
Gus Takim mempertanyakan ke mana arah bangsa jika nilai-nilai luhur terus terkikis.
> _“Bagaimana nanti nasib bangsa kita ini? Bangsa yang besar, yang dulu penuh dengan kesantunan, kejujuran, dan gotong royong, kini rasanya sudah mulai sirna,”_ ungkapnya.
Ia mengingatkan, kekuatan Indonesia bukan hanya di SDA, tapi di karakter bangsanya. Jika karakter itu rusak, maka pondasi bangsa ikut goyah.
*Titip Pesan ke Presiden Prabowo*
Di akhir pernyataannya, Gus Takim menitipkan harapan besar kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
> _“Mohon kepada Bapak Presiden agar bertindak tegas dan bijak. Tegas memberantas korupsi, bijak dalam menegakkan hukum, dan menjadi teladan dalam mengembalikan adab bangsa,”_ pintanya.
Ia berharap, di bawah kepemimpinan baru, Indonesia bisa kembali menjadi bangsa yang adil, beradab, dan saling menjaga.
*Catatan Redaksi:*
Berita ini ditulis sebagai bentuk kontrol sosial pers. SIJI Purworejo berkomitmen menjadi corong masyarakat dalam menyampaikan aspirasi demi Indonesia yang lebih baik.
Tim Redaksi
www.jejakkasusgroup.co.id


Social Header