Breaking News

Dinas KUKMP Genjot Pembinaan. Ketua KMP Kelurahan Purworejo: Jangan Sampai Salah Langkah di Awal

PURWOREJO – Hitung mundur dimulai. Koperasi Merah Putih Kelurahan Purworejo bersiap beroperasi penuh setelah diresmikan Presiden Prabowo pada 4 Agustus 2026 mendatang.

Guna mematangkan persiapan, Dinas Koperasi UKM Perdagangan - KUKMP Kabupaten Purworejo menggelar Pembinaan Koperasi di Aula Kantor Kelurahan Purworejo, Senin 20 Juli 2026

Acara ini jadi ajang bedah masalah sekaligus menyamakan persepsi pengurus dengan regulasi terbaru dari pusat.

7 Gerai Nasional, Tapi Pintu Terbuka untuk Produk Lokal
Suman Dede, Tim Penyuluhan Dinas KUKMP Purworejo, menyebut ada dinamika besar dalam program strategis nasional ini. 

"Kami sudah pilah keluhan. Rata-rata KKMP di Purworejo masalahnya hampir sama. Baik 52 KKMP yang sudah launching, maupun yang akan launching karena persiapannya sudah 80% lebih," ujar Suman.

Poin krusial: pembangunan 7 gerai nasional akan digarap PT Agrinas. Namun Suman menegaskan, KKMP tidak wajib isi semua 7 gerai. 
Unit seperti simpan pinjam dan klinik desa tidak semua wajib jalan.

"Justru kami dorong. Kalau KKMP Purworejo punya unit usaha dari potensi lokal, sangat dipersilahkan. Core bisnis KKMP harus berbasis potensi desa dan kelurahan. Bukan hanya jualan barang dari pusat," tegas Suman.

Alasannya sederhana. Jarak antar KKMP di Purworejo sangat dekat. Agar tidak benturan, tiap KKMP wajib punya produk unggulan khas wilayahnya.

6 Karyawan Direkrut dari Warga Lokal
Kabar baik untuk warga. Jelang operasional, KKMP Kelurahan Purworejo akan merekrut 6 Asisten Manager dari warga lokal. Ditambah 1 Manager, total 7 orang akan jadi tenaga kontrak BUMN PT Agrinas.

"Ini untuk menghindari benturan di bawah. Kami minta pengurus dan pengawas segera siapkan tahapannya," kata Suman.

Ia juga mengingatkan, uji kompetensi untuk para manager se-Indonesia akan selesai 1 Agustus. Setelah itu tinggal menunggu pelantikan nasional.
Ketua KMP: Masih Tahap ‘Timik-Timik’, Harus Hati-Hati
Sementara itu, Ketua KMP Kelurahan Purworejo, H. Ustadz Sumarno, mengaku masih banyak PR. Saat ini anggota baru 20 orang dengan iuran simpanan pokok dan wajib.

"Kami belum resmi start. Belum ada jual beli. Sementara masih mandiri, sumbangan, patungan untuk kegiatan rapat," ungkap Pak Marno.

Tantangan terbesar adalah regulasi yang dinilai masih "simpang siur" karena infonya lewat WA. Ditambah belum jelasnya skema bagi hasil dengan PT Agrinas.

"Kami belum tahu barang dari sana diakumulasi dijual berapa, keuntungannya kembali ke sana berapa, ke koperasi berapa. Ini masih digodok. Kalau langsung gaji karyawan, dari mana? Koperasi kan belum beroperasi," ujarnya jujur.

Meski begitu, semangatnya tetap tinggi. Harapannya satu: KKMP bisa berkembang seperti koperasi pada umumnya, hingga bisa membagikan SHU - Sisa Hasil Usaha kepada anggota.

"Intinya dari anggota, oleh anggota, untuk anggota. Kami terus konsultasi dengan Dinas agar tidak salah langkah di awal," pungkasnya.

Dengan pembinaan intensif ini, Dinas KUKMP optimis KKMP Kelurahan Purworejo bisa jadi contoh bagaimana koperasi nasional bersinergi dengan potensi lokal.

Mustakim

www.jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID