*PURWOREJO* – Dari balik tirai panggung Kabuki, ada pelajaran besar yang bisa kita petik. Namanya *"Maku"*.
Ketua SIJI Kabupaten Purworejo beberapa waktu lalu telah membaca dari buku-buku budaya Jepang. Dan isinya... bikin kita merenung.
*1. "MALU" ADALAH PAKAIAN PEJABAT DI JEPANG*
Di Jepang, kata Ketua SIJI, pejabat itu punya satu prinsip: *"Malu untuk korupsi"*.
Bukan karena takut penjara. Tapi karena takut *mempermalukan keluarga, kantor, dan bangsa*.
Kalau ketahuan korupsi, yang terjadi bukan cuma mundur. Banyak pejabat Jepang yang sampai minta maaf di depan publik, menunduk dalam-dalam.
Karena bagi mereka, *kehilangan kehormatan itu lebih sakit dari kehilangan jabatan*.
"Di sana, nama baik itu mahal. Makanya mereka jaga," ujar Ketua SIJI.
*2. USAI ACARA, SEMUA IKUT BERSIH-BERSIH*
Hal kedua yang bikin kagum: budaya bersih.
Di Jepang, kalau ada kegiatan bareng-bareng, setelah selesai *semua orang gotong royong membereskan dan membersihkan tempat*.
Penonton konser bawa kantong sampah sendiri.
Suporter bola pungut sampah di stadion walau bukan mereka yang buang.
Anak SD menyapu kelasnya sendiri.
"Bagi mereka, kebersihan itu bukan tugas OB. Kebersihan itu cerminan hati," jelas Ketua SIJI.
*3. CERMIN UNTUK KITA DI INDONESIA*
Lalu bagaimana dengan kita?
Ketua SIJI tidak bermaksud menghakimi. Tapi beliau mengajak kita jujur melihat cermin.
> "Sebaliknya, di negara kita masih banyak pejabat yang justru doyan korupsi. Dan di masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan dan kebersihan juga mulai luntur. Habis acara, tempatnya kotor. Sampah dibuang sembarangan," ujarnya prihatin.
Padahal dulu, kata beliau, kita juga punya budaya *"gotong royong"* dan *"isin"* = malu berbuat jelek.
*"BUKA MAKU" UNTUK PERUBAHAN*
"Maku" dalam bahasa Jepang artinya tirai.
Kalau selama ini kita menutup "maku" untuk menutupi keburukan, sekarang saatnya *"Buka Maku"*.
Buka maku untuk transparansi.
Buka maku untuk malu berbuat curang.
Buka maku untuk mulai pungut sampah dari diri sendiri.
> "Jepang bisa maju bukan karena mereka hebat. Tapi karena mereka konsisten menjaga 2 hal: *Integritas dan Kebersihan*.
> Dua hal itu gratis. Tinggal kita mau atau tidak," pungkas Ketua SIJI.
Tim Redaksi
www.jejakkasusgroup.co.id


Social Header