Breaking News

Ada Tim dari Prancis, Jepang, Malaysia, Singapura. Hadiah Tertinggi Rp3,1 Juta untuk Naga Raksasa

*PURWOREJO* – Langit Pantai Ketawang, Grabag, akan dihiasi ratusan warna besok. *Festival Layang-Layang Tingkat Nasional 2026* resmi digelar Sabtu dan Minggu, 4-5 Juli 2026, dan diikuti 31 tim layang-layang terbaik.

Kepastian itu disampaikan *Naera Anjar Pujisusilo, http://S.Kom., http://M.Eng.*, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disporapar Purworejo, di ruang kerjanya, Jumat 3 Juli 2026.

> _“Total ada 31 tim atau klub pelayang. 27 tim dari dalam negeri, berasal dari DKI, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, dan Banten. Kemudian 4 tim dari luar negeri, yaitu Singapura, Prancis, Jepang, dan Malaysia,”_ jelas Naera.

*Event Unggulan untuk Dongkrak Pariwisata Selatan* 
Menurut Naera, Festival Layang-Layang sudah rutin dianggarkan APBD setiap tahun. Tujuannya jelas: mengangkat potensi pariwisata Purworejo bagian selatan.

> _“Ini event unggulan kami. Harapannya bisa dilirik Kementerian Pariwisata menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara,”_ ujarnya.

Lokasi festival dipusatkan di *Pantai Ketawang, Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag*. Pintu dibuka mulai pukul 08.00 WIB, namun lomba baru dimulai sekitar pukul 10.00 WIB karena menunggu angin.

*Dijuri Tim Ahli Pelangi DIY* 
Secara teknis perlombaan, Disporapar menggandeng komunitas *Pelangi, Pecinta Layang-Layang Indonesia DIY*. Mereka yang menangani pendaftaran, technical meeting, hingga dewan juri.

Penilaian tidak hanya tinggi-rendah, tapi juga penampilan visual, komposisi warna, dan kestabilan saat terbang.

> _“Ada 4 kategori yang dilombakan: Tradisional, 2 Dimensi, 3 Dimensi, dan kelas favorit Naga atau Trainaga. Setiap kategori diambil Juara 1 sampai Juara 4,”_ kata Naera.

Untuk hadiah, kelas Naga menjadi yang paling ditunggu. Juara 1 akan membawa pulang *Rp3.100.000*. Disusul 3 Dimensi Rp2.200.000, 2 Dimensi Rp1.700.000, dan Tradisional Rp1.500.000 untuk Juara 1.

*Efek Ekonomi Langsung ke Desa* 
Selain adu layang-layang, festival ini dipastikan menggerakkan ekonomi warga. 
> _“Semua pedagang dan pelapak akan ditata Pok Darwis. Dengan jumlah pengunjung yang banyak, insyaAllah semua dapat pembeli,”_ ungkapnya.

Tiket dan parkir dikelola penuh oleh *Desa Ketawangrejo bersama Pok Darwis Jayakatwang*. Itu menjadi Pendapatan Asli Desa. Sementara peserta dari luar kota juga akan menginap di homestay dan belanja kebutuhan di desa.

> _“Ini multiplier effect. Perputaran uang tidak hanya di pantai, tapi juga menghidupkan desa,”_ tambahnya.

*Catatan Parkir: Roda 2 Disarankan* 
Mendengar evaluasi tahun lalu, panitia tahun ini membenahi sistem parkir. 
> _“Area parkir dalam Pantai Cemara hanya untuk roda 2, agar lebih dekat ke pantai. Untuk mobil, parkirnya di Hutan Perhutani Nyamlong sebelum Mercusuar. Jarak jalan kaki ke pantai tidak jauh,”_ jelas Naera.

Ia menyarankan pengunjung membawa kendaraan roda 2 agar lebih leluasa. Namun mobil tetap boleh masuk dan parkir di lokasi yang disediakan.

Acara akan dimeriahkan ekshibisi layang-layang sport dan kantong, serta *tarian massal Cing Poling* saat pembukaan hari 
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID