*PURWOREJO* – Sebanyak 53 guru SD di Kabupaten Purworejo resmi masuk dalam _Antologi Puisi Guru_ yang diluncurkan Dewan Kesenian Purworejo/DKP di Aula Perpustakaan Kutoarjo, Selasa 30 Juni 2026.
Antologi ini menjadi bukti bahwa meski sastra kerap disebut “jagad yang sunyi”, semangat menulis puisi di kalangan guru justru terus hidup.
Hal itu ditegaskan narasumber kegiatan, sastrawan *Sumanang Tirtasujana*, dalam pemaparannya berjudul _“Puisi Akan Terus Dicipta, Jadi Healing of Art”_.
> _“Meski takdir sastra sebagai jagad yang sunyi, hanya diminati sebagian manusia, tapi sebagaimana peristiwa hari ini, launching Buku Puisi Guru Purworejo, maka sebenarnya puisi akan terus ditulis oleh siapa pun dan kalangan apa pun,”_ ujarnya.
Menurut Sumanang, dari 4.374 guru di Purworejo, 53 penulis yang karyanya terpilih adalah bagian dari orang-orang istimewa.
> _“Mereka inilah yang saya sebut dunia pemikiran kognisi yang sunyi. 53 penulis ini boleh saya sebut punya entitas berbeda,”_ katanya.
*Penyair: Bukan Penghibur, Tapi Penggugah Kesadaran*
Sumanang menegaskan, peran penyair lebih dari sekadar menghibur. Penyair adalah penggugah, pembangun kesadaran, dan pengajak berpikir tentang hakikat hidup dan kebenaran.
> _“Penyair selalu mengajak mencari hakikat kebenaran dari segala yang ada. Karyanya bersifat mengatasi pengalaman sosiologis melalui inderawi, baik yang individual maupun komunal,”_ jelasnya.
*Tiga Wajah Puisi Guru Purworejo*
Setelah membaca naskah antologi, Sumanang mengelompokkan puisi 53 guru tersebut ke dalam tiga tematik utama:
*1. Tematik Romantisme*
Ciri khasnya diksi yang lentur dan mengalir. Diwakili puisi _Penantian Akhir_ - Marhaeni Kusumawati, _Sepasang Sayap Malaikat Bumi_ - Eka Ramawati, _Ibu_ - M. Agus Sigit Sasmito, _Rindu_ - M. Khafidz, _Kita & Senja_ - Retno Asih Rusminiati, dan lainnya.
*2. Aroma Imajis Religius*
Memiliki makna semantik religius yang dalam. Di antaranya _Bumi Berdetak_ - Jemadi, _Jiwa Tersakiti_ - Dwi Winarni, _Sajadah Tua_ - Aida Sri Maulina, _Kubersimpuh_ - Puji Astuti, _Rindu Pulang_ - Siti Khotijah.
Sumanang menyebut puisi _Bumi Berdetak_ karya Jemadi mengingatkannya pada puisi pendek Sitor Situmorang, _Malam Lebaran_. _“Puisi jenis diapham ini hingga kini selalu menimbulkan multi tafsir,”_ ungkapnya.
*3. Puisi Pamflet Kritik Sosial*
Bersifat transparan, lugas, tanpa simbol. Punya daya agitasi dan menyuarakan kepahitan sosial. Contohnya _Ode untuk Guru Umar Bakri_ - Muhammad Faezal, _Kembalikan Papan Hitung Kami_ - Septi Nitaria Pusputarini, _Yang Terbuang_ - Sukamto, dan _Surat Terbuka Bagi Penguasa_ - Titik Fuadah.
*Peringatan: Puisi Setelah Terbit Jadi ‘Anak Peradaban’*
Sumanang mengingatkan para penulis, setelah diterbitkan, puisi sudah menjadi milik publik.
> _“Semua puisi, setelah diterbitkan, sudah menjadi anak peradaban. Ia sudah tidak bisa dibela-bela lagi dengan alasan ‘maksud saya begini begitu’. Bisa jadi omongan Anda lebih pintar daripada puisi itu sendiri,”_ tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan kaidah kebahasaan. Struktur, gramatika, sintaksis, dan tanda baca adalah kewajiban penulis agar kreativitas tidak lemah.
*Puisi sebagai ‘Healing of Art’*
Di akhir materi, Sumanang menyebut puisi sebagai terapi jiwa.
> _“Bagi penyair, berpuisi bisa jadi ‘healing of art’. Jika mulut terbungkam, maka dengan puisi kita bisa berbicara. Kita menyalurkan unek-unek, mengurai kepenatan. Otak kita butuh ruang, butuh survival. Jalan keluarnya adalah berkarya,”_ pungkasnya.
---
*PUISI: "Surat Terbuka Bagi Sang Penguasa"*
_Karya: Titik Fuadah_
Rakyat menanti harap padamu,
Wahai para penguasa.
Rangkul kami dengan segenap kasih di jiwa,
Lindungi dengan sepenuh cinta.
Tak banyak yang kami inginkan:
Hidup dalam ketenangan, kenyamanan, keamanan.
Guru dikebiri, adab dicabut.
Di ruang kelas yang dulu sakral, kini sunyi dari wibawa.
Bukan karena ilmu habis,
Tapi tangan dibelenggu raga.
Dulu, teguran itu laksana cermin
Yang memantulkan salah agar aku segera pulang ke benar.
Kini, teguran adalah ancaman
Yang bisa direkam, diputar, untuk menjadi viral.
Mustakim
www.jejakkasusgroup.co.id


Social Header