Breaking News

*"Refleksi SIJI untuk Purworejo: Saat Lelang Proyek Jadi ‘Rebutan Kue’, Siapa yang Rugi?"*

*PURWOREJO* – Kritik tajam kembali mengemuka dari kalangan jurnalis dan pegiat sosial. *Gus Takim, Ketua Suara Independent Jurnalis Indonesia - SIJI*, menyoroti sejumlah persoalan tata kelola di Kabupaten Purworejo yang dinilai menghambat kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.

Dalam pernyataannya kepada awak media, Gus Takim menyampaikan keprihatinannya atas praktik yang menurutnya masih terjadi di Bumi Bagoes. Ia menilai ada kecenderungan "hukum tumpul ke atas namun tajam ke bawah", politik yang lebih mementingkan kelompok, serta oknum aparat penegak hukum yang menyalahgunakan jabatan.

> _"Bagaimana Purworejo bisa maju dan menyejahterakan rakyat kalau semua hanya untuk keuntungan kelompok dan pribadi? Padahal amanah yang diberikan rakyat itu berat. Sampai ke persoalan lelang proyek yang katanya sudah diplot-plot ke pengusaha tertentu,"_ ujar Gus Takim.

*Lelang Proyek & Kepercayaan Publik*
Sinyalemen "lelang sudah diplot" menjadi catatan penting. Jika benar terjadi, maka ini bukan hanya soal kerugian negara, tapi juga mematikan peluang pengusaha lokal yang jujur untuk ikut membangun Purworejo. Padahal semangat UU Pengadaan Barang/Jasa menuntut asas transparan, terbuka, dan persaingan sehat.

*Tabur Tuai: Pengingat Moral untuk Semua*
Yang menarik, Gus Takim menutup kritiknya dengan prinsip "tabur tuai".
> _"Apakah mereka tidak takut balasan Tabur Tuai? Pembalasan itu pasti akan terjadi. Hari ini mungkin di atas, tapi besok giliran menuai apa yang ditanam,"_ tegasnya.

Prinsip ini jadi pengingat universal: jabatan, kekuasaan, dan proyek hanyalah titipan. Yang kekal adalah rekam jejak dan dampaknya ke masyarakat.

*Catatan Redaksi:*
SIJI sebagai organisasi jurnalis independen menegaskan kritik ini bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk mengingatkan. Purworejo punya potensi besar: SDM, alam, budaya, dan semangat warganya. Tapi potensi itu hanya akan tumbuh jika tata kelola bersih, hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, dan politik kembali ke khittahnya: mengabdi, bukan berkuasa.

Pemerintah daerah, APH, dan seluruh pemangku kepentingan punya PR besar: membuktikan bahwa Purworejo bisa jadi contoh daerah yang maju karena amanah dijaga, bukan dikhianati.

Tim Redaksi

www.jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID