Breaking News

*Purworejo: Verifikasi Radioterapi RSUD Tjitrowardojo Dimulai"*

*PURWOREJO* – Kabar baik untuk warga Purworejo dan sekitarnya. RSUD dr. Tjitrowardojo selangkah lagi melengkapi layanan kankernya. Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo, *dr. Tolkhah Amaruddin, http://Sp.THT-KL, http://M.Kes*, resmi membuka kegiatan Verifikasi Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional/BAPETEN untuk perizinan operasional fasilitas radioterapi, di Ruang Auditorium RSUD, Senin.

Dalam sambutannya, dr. Tolkhah menyampaikan apresiasi kepada tim verifikator BAPETEN yang hadir: *Made Pramayuni, S.T., http://M.Eng*, *Dewi Leliana Maharani, http://S.Tr.Ak*, *Lilis Misnawati, http://S.Si*, dan *Yulia Fitri, S.T*. Turut hadir Dewan Pengawas RSUD Ibu Titi, jajaran struktural, dr. Nova, serta tim PT TTGK selaku mitra KSO yang membangun dan menyiapkan seluruh fasilitas radioterapi.

> _“Alhamdulillah, ini tahap final. Perjalanan hampir 2 tahun sudah kita lalui. Mulai dari izin pembangunan, konstruksi, kedatangan alat, hingga instalasi. Radioterapi adalah ‘puzzle terakhir’ agar layanan onkologi di Tjitrowardojo menjadi paripurna,”_ ujar dr. Tolkhah.

*Mengakhiri Rujukan ke Jogja & Semarang*
Menurutnya, kebutuhan radioterapi sangat mendesak. Layanan kemoterapi di RSUD sudah berjalan sejak Maret 2023 dan jumlah pasien onkologi melonjak drastis dari 1.000 kasus di 2022 menjadi lebih dari 10 ribu kasus saat ini. Selama ini, pasien kanker yang butuh radioterapi terpaksa dirujuk ke RSUP dr. Sardjito Jogja atau RSUP dr. Kariadi Semarang.

> _“Radioterapi itu tidak sekali dua kali. Ada yang sampai 25-30 kali penyinaran, bahkan tambah booster 10 kali. Bayangkan beban finansial dan waktu pasien jika harus bolak-balik ke luar kota. Kehadiran radioterapi di sini agar masyarakat Purworejo cukup berobat di Purworejo saja,”_ jelasnya.

*SDM & Fasilitas Siap 100%*
RSUD dr. Tjitrowardojo sudah menyiapkan tim lengkap: 2 dokter spesialis radio-onkologi, 2 perawat bersertifikat in-job training radioterapi, 3 radiografer, 1 fisikawan medis level 7 yang sedang S2 di UI, dan petugas proteksi radiasi.

Fasilitasnya juga sudah siap: gedung instalasi radioterapi, ruang pendaftaran dan tunggu khusus, CT Simulator, dan mesin Linear Accelerator/Linac XHA 14000. Semua perizinan pendukung seperti PBG dan izin pengelolaan limbah B3 juga sudah lengkap.

Ke depan, RSUD menargetkan naik kelas menjadi rumah sakit “utama” sesuai PP No. 6/2026, dengan layanan kanker sebagai unggulan. RSUD juga satu-satunya RSUD di Karesidenan Kedu yang memiliki radioterapi.
*Verifikasi 3 Hari oleh BAPETEN*
*Made Pramayuni, S.T., http://M.Eng* selaku ketua tim verifikator BAPETEN menjelaskan, proses verifikasi berlangsung 3 hari. Hari pertama: entry meeting dan uji mekanik. Hari kedua: uji dosimetri dan sistem keselamatan. Hari ketiga: simulasi alur pasien dan exit meeting.

> _“Kami akan periksa semua, mulai administrasi, data pesawat, uji komisioning, hingga proteksi radiasi. Harapannya verifikasi berjalan lancar agar RSUD Tjitrowardojo segera bisa melayani radioterapi untuk masyarakat,”_ kata Made.

Jika lolos verifikasi, Purworejo akan mencatatkan sejarah sebagai RSUD pertama di Karesidenan Kedu yang memiliki layanan radioterapi lengkap, mewujudkan visi menjadi pusat rujukan onkologi Jawa Tengah Selatan.

Mustakim

www.jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID