Breaking News

*"Peternak Purworejo Terancam Gulung Tikar! Wabup Dion Paksa Dapur MBG Wajib Pakai Telur Lokal"*

*PURWOREJO* – Ratusan peternak ayam dan bebek petelur di Purworejo terancam gulung tikar. Harga pakan, konsentrat, jagung, bekatul meroket, tapi harga jual telur justru anjlok. Melihat kondisi genting ini, Wakil Bupati Purworejo *Dion Agasi Setiabudi* "memaksa" seluruh dapur program Makan Bergizi Gratis/MBG wajib pakai telur dari peternak lokal.

Arahan tegas itu disampaikan Wabup Dion saat rapat koordinasi pelaksanaan program MBG di Pendopo Bupati Purworejo, Senin 8 Juni 2026. Rapat dihadiri Bupati Purworejo Hj. Yuli Astuti, Asisten Pemerintahan Ahmad Zainuddin, Kadinkes Sudarmi, Koordinator Kabupaten BGN Wahyu Kurniawan, seluruh kepala SPPG, yayasan, serta asosiasi peternak.

*"Peternak Terjepit, MBG Harus Jadi Solusi"*
Wabup Dion membeberkan kondisi riil peternak: "Hari ini situasinya seperti terjepit. Dari bawah menekan ke atas, dari atas menekan ke bawah. Harga operasional naik semua, tapi harga jual telur turun. Jangankan untung, untuk bertahan saja berat, apalagi peternak kecil modalnya terbatas."
Kritik akademisi yang menyebut dampak MBG ke ekonomi lokal hanya 5% jadi pemicu rapat ini. Wabup Dion menolak. "Pak Presiden Prabowo selalu bilang MBG ini penggerak ekonomi. Kalau peternak lokal gulung tikar, rantai pasok putus, ketahanan pangan nasional terganggu. Maka kami intervensi," tegasnya.

*"Intervensi" Pemerintah: Menu Wajib Telur + Wajib Beli Lokal*
Ada 2 instruksi keras dari Wabup Dion ke 69 dapur/yayasan SPPG se-Kabupaten Purworejo:

1. *Menu Wajib Telur*: Setiap minggu dapur wajib selang-seling menu telur. Misal Senin telur bebek, Kamis telur ayam. "Sesuai hukum ekonomi, kalau permintaan naik, harga pasti naik. Kita dongkrak permintaan dari dapur MBG," jelas Dion.

2. *Wajib Beli dari Peternak Purworejo*: "Kalau sudah pakai menu telur ayam dan bebek, wajib ngambilnya kepada peternak yang ada di Purworejo. Yayasan yang alamatnya di luar Purworejo, tolong ambil telurnya di Purworejo," perintahnya sambil meminta yayasan dari luar daerah angkat tangan.

*PR untuk Peternak: Bentuk Koperasi*
Wabup Dion juga memberi "PR" ke peternak. Jangan jual telur sendiri-sendiri. "Teman-teman dapur wegah kalau harus hubungi 5-6 peternak yang suplai cuma 200-500 butir. Tolong bentuk paguyuban, bentuk koperasi. Jadi dapur tinggal hubungi 1 orang, kualitas terjaga, operasional mudah," ujarnya.

Untuk peternak bebek sudah dikonsolidasikan. Peternak ayam diminta segera menyusul.

*Sentimen Negatif MBG Harus Dipatahkan*
Wabup Dion menutup dengan penekanan: "Hari ini sentimen program MBG sedang negatif. Mari kita buktikan gotong royong ini bukan jargon. Program ini harus bermanfaat bukan hanya untuk anak penerima manfaat, tapi juga pelaku UMKM, peternak, petani di Purworejo."

Ia juga mewanti-wanti yayasan agar segera benahi IPAL dapur sesuai standar higienitas. "Jangan sampai dapur disuspen karena IPAL tidak diapprove yayasan. Kepala SPPG jangan dibenturkan terus," pesannya.

Satgas Kecamatan diminta memantau ketat. "Dicek, ini ngambil telurnya di mana. Jangan-jangan pakai menu telur tapi telurnya ngambil di Kebumen atau Bantul. Multiplayer effect-nya hilang," tegas Dion.

Mustakim 

www.jejakkasusgroup.co.id


© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID