Breaking News

*. "Ketua PGRI Purworejo: Dunia Sepi Tanpa Seni, PGRI Siap Fasilitasi Lahirnya Penyair Hebat"*


*PURWOREJO* – Dukungan penuh mengalir dari PGRI Kabupaten Purworejo untuk dunia literasi guru. Ketua PGRI Purworejo *Rianto Gunawan* hadir dan memberikan apresiasi dalam kegiatan _Launching Antologi Puisi Guru_ yang digelar Dewan Kesenian Purworejo/DKP di Aula Perpustakaan Kutoarjo, Selasa 30 Juni 2026.

Hadirnya PGRI di acara yang didominasi guru SD ini, kata Rianto, menjadi sinyal kuat untuk kolaborasi.

> _“PGRI juga sudah punya wadah, yaitu Forum Guru Literasi. Artinya kita bisa bersama-sama, berkolaborasi dengan Dewan Kesenian, khususnya di bagian sastra ini. Insya Allah kita kembangkan bakat-bakat yang terpendam, walau guru masih sibuk mengurusi anak-anak di sekolah tapi masih sempat berpuisi,”_ ungkapnya.

*Cerita Nostalgia: Istri Juara Lomba Puisi hingga Jakarta*
Rianto mengaku dirinya tidak bisa berpuisi, tapi sangat mencintai seni. Ia bernostalgia, istrinya pernah menulis dan membacakan puisi pada 1993-1994. Puisi itu dilombakan tingkat Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, hingga tembus Jakarta.

> _“Yang membacakan adalah anaknya Pak Marhom, dulu di Bank Purworejo, rumahnya barat Restu Ibu. Bisa sampai Jakarta. Sayangnya saat itu belum terekspos, karena orang berprestasi belum seperti sekarang diberi penghargaan,”_ kenangnya.
Dari situ ia berharap ke depan, anak-anak dan guru berprestasi di bidang seni benar-benar “diopeni” atau diperhatikan, khususnya oleh bagian Kesejahteraan Rakyat/Kesra.

*Soroti Gedung Kesenian: Jangan Dipakai Separuh-Separuh*
Ketua PGRI juga menyoroti Gedung Kesenian Purworejo yang menurutnya pemanfaatannya masih setengah-setengah. Ia meminta agar gedung itu _all out_ untuk kegiatan seni, apalagi tiap Sabtu-Minggu.

> _“Kalau tidak disosialisasikan, ya tidak muncul. Coba di papan gedung ditulis: Hari ini ada Antologi Puisi Guru. Insya Allah berbondong-bondong orang mau tahu. ‘Koyo ngopo to? Opoto, panganan opoto?’ Kalau sudah penasaran, pasti mendekat,”_ katanya disambut tawa.

*Pesan Moral: Hargai Karya Sekecil Apapun*
Dalam sambutannya yang lugas dan membumi, Rianto menitipkan pesan moral. Jangan meremehkan karya orang lain, sekecil apapun.

> _“Orang yang sering nyepeleke, Gusti Allah tahu. Mari kita hargai karya sekecil apapun. Kalau kita bisa menghargai karya orang lain, insya Allah karya kita, walaupun tidak kelihatan, banyak yang menghargai. Dunia sepi kalau tidak ada seni,”_ tegasnya.

Ia juga membuka pintu PGRI seluas-luasnya. Mulai dari olahraga, akademik, hingga non-akademik termasuk puisi.

> _“Kalau ada anggota PGRI yang mau ‘gendu-gendu rasa’ ke PGRI, datanglah. Insya Allah kami fasilitasi. Tidak hanya guru SD, TK sampai SMA/SMK jadikan satu. Nanti berkolaborasi di gedung kesenian, hasilnya akan lebih hebat,”_ pungkasnya.

Rianto menutup dengan ucapan selamat kepada para penyair guru dan berharap karya ke depan lebih berkualitas dari yang hari ini.


Mustakim


www.jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID