*PURWOREJO* – Pemerintah Kabupaten Purworejo tak main-main menjaga kondusivitas. Usai Sarasehan Organisasi Kemasyarakatan bertema "Menjaga Purworejo Tetap Guyub Rukun" di Rumah Makan ABK, Rabu 10 Juni 2026, Kesbangpol langsung tancap gas: *217 data ormas akan di-"cleansing" dan yang vakum siap dicoret.*
Acara yang dihadiri langsung *Bupati Purworejo Yuli Hastuti, S.H.* ini juga menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negeri dan Polres Purworejo untuk membentengi ormas dari paham radikal dan konflik horizontal.
*217 Ormas Terdaftar, Tapi Berapa Yang Hidup?*
Kepala Kesbangpol Purworejo *Puguh Triatmoko* blak-blakan soal data ormas. "Data yang sudah terlaporkan sekitar 217 ormas. Tapi kami perlu cleansing. Ada yang lapor 2 kali, ada yang ganti pengurus tapi tidak lapor, ada yang sudah vakum tapi datanya masih hidup," ujarnya ke awak media.
Ia menegaskan tahun ini hanya 70 ormas yang bisa diundang sarasehan karena efisiensi anggaran. Ke depan, Kesbangpol akan monitoring ketat. "Ormas yang sudah lapor ke kami tapi kegiatannya vakum, kami akan lihat lagi keaktifannya. Tujuan kami supaya data valid dan pembinaan tepat sasaran," tegas Puguh.
*Kejaksaan & Polres Turun Gunung, Ini Pesannya*
Libatkan Kejaksaan dan Polres bukan tanpa alasan. "Kondusivitas wilayah harus bersinergi dengan Forkopimda. Ormas memegang peran penting menyalurkan aspirasi dan memberdayakan masyarakat. Tujuan kami sama: wujudkan kesejahteraan warga Purworejo," jelas Puguh.
Salah satu keluhan peserta soal sulit koordinasi dengan wilayah langsung direspons. "Kami siap jadi jembatan. Kalau ada miskomunikasi, sampaikan ke kami. Kesbangpol siap fasilitasi ormas berkoordinasi dengan instansi lain di Purworejo," katanya.
*Soal Dana Hibah APBD: Bisa, Tapi Ada Syaratnya*
Banyak ormas tanya soal dana hibah. Puguh meluruskan: "UU Ormas memang membolehkan ormas terima hibah APBD/APBN. Tapi itu bukan kewajiban pemerintah. Ormas harusnya mandiri dulu. Kalau mau usulkan, jalurnya lewat Musrembang atau reses DPRD. Besarannya? Tergantung kemampuan keuangan daerah," jelasnya.
*Pesan Bupati & Harapan ke Depan*
Bupati Yuli Hastuti dalam sambutannya menekankan peran ormas sebagai mitra pemerintah. Puguh menutup dengan harapan: "Ormas punya latar belakang beda-beda: agama, profesi, dll. Harapan kami jalankan peran sesuai AD/ART, berdayakan kader, sinergi dengan Pemda untuk bangun Purworejo, dan jaga kondusivitas wilayah. Itu harga mati," pungkasnya.
Dengan "operasi bersih-bersih data" ini, Pemkab Purworejo ingin ormas yang ada benar-benar aktif, sehat, dan jadi pilar kerukunan, bukan sekadar nama di atas kertas.
Mustakim
www.jejakkasusgroup.co.id


Social Header