Menyambut Hari Lahir Pancasila, Ketua SIJI Purworejo Gus Takim ajak insan pers kembali ke marwah jurnalistik: jujur, berimbang, dan berpihak pada rakyat.
*PURWOREJO* – Di tengah derasnya arus informasi digital, Ketua Suara Independent Jurnalis Indonesia (SIJI) Cabang Kabupaten Purworejo, Gus Takim, mengingatkan pentingnya menjaga marwah profesi jurnalis.
Menurutnya, tugas wartawan bukan sekadar mengejar kecepatan berita, tapi memastikan setiap tulisan berpijak pada kebenaran, etika, dan semangat Pancasila.
“PURWOREJO – Ketua SIJI Cabang Kabupaten Purworejo, Gus Takim, mengajak seluruh insan pers di Purworejo untuk terus menjaga marwah jurnalistik dengan menjunjung tinggi kebenaran, etika, dan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pemberitaan,” tegasnya dalam rilis resmi SIJI Purworejo, Minggu (24 Mei 2026)
Gus Takim menilai, di era banjir informasi seperti sekarang, jurnalis justru harus jadi pagar terakhir kebenaran.
“Jurnalisme tanpa etika itu hoaks berbaju berita. Kalau wartawan sudah kehilangan nurani, siapa lagi yang bisa dipercaya masyarakat?” ujarnya.
Ia memaparkan lima pegangan bagi jurnalis Purworejo yang selaras dengan Pancasila:
*1. Ketuhanan Yang Maha Esa – Menulis dengan Nurani*
Berita bukan sekadar komoditas. Setiap tulisan harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan dan masyarakat. “Jangan demi klik, kita korbankan fakta dan nama baik orang,” kata Gus Takim.
*2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab – Berpihak pada yang Lemah*
Pers harus jadi suara bagi warga kecil yang tak bersuara. Mulai dari korban penggusuran, buruh yang dirugikan, hingga masyarakat desa yang suaranya sering tenggelam.
*3. Persatuan Indonesia – Berita yang Mempersatukan*
Gus Takim mengingatkan agar jurnalis menghindari pemberitaan provokatif yang memecah belah. “Tugas kita merawat kebhinekaan, bukan jadi kompor konflik,” tegasnya.
*4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan – Cek dan Ricek*
Prinsip cover both sides harus ditegakkan. Berita yang bijak lahir dari konfirmasi berimbang, bukan dari asumsi sepihak.
*5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat – Pers untuk Semua*
Pers harus hadir untuk semua lapisan masyarakat, bukan hanya elit dan penguasa. “Kalau media hanya jadi corong kekuasaan, maka demokrasi kita sakit,” ujarnya.
Menutup pesannya, Gus Takim mengajak seluruh anggota SIJI Purworejo dan jurnalis lainnya untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila 1 Juni sebagai momentum introspeksi profesi.
“Di Hari Lahir Pancasila ini, mari kita tegaskan kembali: pers yang bebas itu pers yang bertanggung jawab. Pers yang hebat itu pers yang jujur,” pungkasnya.
Rilis ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh insan pers di Purworejo untuk terus menjadi pilar keempat demokrasi yang kredibel, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
*Catatan Redaksi:*
Rilis resmi ini disampaikan oleh SIJI Cabang Kabupaten Purworejo dalam rangka menyambut Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.
Tim Redaksi
www jejakkasusgroup.co.id


Social Header