jejakkasus.id-Ngawi.
Menilik data yang dirilis Badan Pusat Statistik pada tahun 2023, rata-rata petani Indonesia berada pada kelompok usia menengah, yakni berkisar antara usia 43-58 tahun. Untuk petani milenial, jumlahnya sedikit. Sisanya, diisi oleh kelompok petani usia lanjut. Hal ini menggambarkan bahwa sejatinya Indonesia tengah mengalami regenerasi krisis dalam sektor pertanian.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BUMDES PUTRA MANDIRI yang terletak di desa ngompro, kecamatan pangkur, Kabupaten ngawi, mendorong lahirnya petani-petani milenial yang unggul dan kompeten. Salah satunya melalui inovasi budidaya melon premium hidroponik yang ditanamnya.
Ada beberapa varietas melon premium, sweet lavender dan white kirin, secara hidroponik. Menariknya, seluruh proses mulai dari penanaman hingga distribusi hasil panen dikelola langsung oleh Bumdesa putra mandiri desa ngompro.
“Kami memang ingin mencetak petani-petani milenial yang nanti siap bertani dan mengedukasi petani konvensional. Dan anggota kita ini sejak tahun pertama juga sudah terjun di lapangan,” ujar Kepala desa ngompro parminto, saat ditemui tempat penanaman melon premium, Kamis (7/5/2026).
Andri nurcahyo selaku ketua BUMDES PUTRA MANDIRI desa ngompro, mengaku mendapat banyak ilmu dari bidang yang dipelajarinya. Padahal, mulanya ia tidak begitu menaruh minat pada sektor pertanian. Setelah masuk program studi agribisnis, hal ini membuka wawasan baru dan bahkan memiliki cita-cita untuk membuka lahan sendiri dan menyebarkan ilmunya bagi orang sekitar.
Semangat andri nurcahyo dalam menggeluti dunia pertanian terpancar saat ia menceritakan dengan fasih soal bagaimana ia dan teman-temannya membudidayakan melon premium.
"Awalnya disemai dulu selama 15 hari. Setelah itu dipindah tanam. Pohonnya kita lilit dengan tali agar tidak patah. Setelahnya kami lakukan polinasi atau penyerbukan. Itu proses mengawinkan bunga jantan dan bunga betina agar jadi melon," jelas ketua bumdes putra mandiri.
Lebih lanjut, andri nurcahyo menjelaskan proses paling penting adalah memotong tunas air setiap hari. Sebab, hal ini berdampak pada kadar kemanisan dari melon premium yang ditanam. "Setelah polinasi biasanya tumbuh tunas air. Itu kita potong setiap hari. Karena kalau sudah dua hari saja, kadar manisnya akan berkurang," imbuhnya.
Untuk mengenali melon siap panen, andri dan anggota lainnya akan memeriksa corak tekstur pada kulit luar melon. Jika corak telah terbentuk secara menyeluruh sampai penuh, itu tanda melon siap panen. Daun yang menguning juga menjadi ciri lain yang mudah dihafal.kegiatan ini di laksanakan kuran lebih 4 hari yaitu pada tanggal 6-10 mei 2026,mulai dari jam 08.00-16.00 WIB,dengan sistem pembayaran tunai dan non tunai.
Saat masa panen tiba ini, BUMDES PUTRA MANDIRI juga menerapkan metode open farm. Artinya, masyarakat umum bisa mendaftar untuk ikut memetik hasil panen. Baik varietas sweet lavender maupun jenis white kirin, keduanya dibanderol Rp.27.000 perkilo untuk jenis sweet lavender dan Rp30.000 per kilogram untuk white kirin. Dua jenis melon premium ini sama-sama manis alami tanpa tambahan spesifikasi. Yang membedakannya adalah warna kulit dan kerenyahan daging. Sweet Lavender cenderung kuning keemasan dengan daging hijau-putih, sementara White Kirin memiliki kulit kuning cerah dan daging salmon atau oranye, keduanya renyah.
Sementara itu, camat pengkur Eddy Sukamto, S.STP., M.Si, yang menilik langsung kegiatan open farm melon premium ini menyambut gembira hadirnya inovasi ini. Ia menyebut, ini merupakan sebuah terobosan yang diharapkan dapat menggugah petani milenial untuk mengikuti jejak serupa.
“Sistem hidroponik ini sangat efisien. Hasilnya juga baik. Rasa melonnya manis, dagingnya renyah. Punya nilai ekonomi yang tinggi. Ini sangat bagus untuk menggaet petani milenial serta mendukung ketahanan pangan Kabupaten ngawi,” pungkas camat pangkur.(Para Pratiwi Asih)


Social Header