Purworejo - Jawa Tengah - 19 April 2026 – Di balik kesuksesan usaha rumahan, selalu ada cerita jatuh bangun. Begitulah kisah Bu Trismiyati, 50 tahun, pengusaha roti asal Kampung Brengkelan RT 01 RW 04, Kelurahan Purworejo. Sosoknya sederhana, mandiri, dan inspiratif.
“Saya merintis usaha roti ini dari kecil-kecilan sejak 2010,” tutur Bu Trismiyati saat ditemui di kediamannya, Minggu (19/4/2026).
Awal merintis, ia hanya membuat 50 hingga 100 roti per hari dengan peralatan sederhana dan tradisional. Perjalanan usahanya pun tak selalu mulus. “Kalau ada pesanan ya lumayan. Kalau sepi, rotinya saya titipkan ke warung-warung kecil,” kenangnya.
Kini, kerja keras itu berbuah. Bu Trismiyati rutin mendapat pesanan 400 hingga 500 roti setiap hari. “Alhamdulillah, kami juga sudah mendapat bantuan alat produksi dari pemerintah. Jadi lebih ringan,” ujarnya.
Berbagai varian roti ia ciptakan, mulai dari Roti O, Roti Kacang, Roti Keju, Roti Kacang Hijau, Roti Abon, Roti Pisang, Roti Cokelat Kacang, hingga Roti Sosis. Semua produknya kini dipasarkan dengan merek Roti Gandhem.
Menjelang Hari Kartini, Bu Trismiyati menyebut R.A. Kartini sebagai sosok perempuan mandiri yang mampu menggugah kaum perempuan untuk berdaya. “Kartini itu contoh bahwa perempuan bisa mandiri,” katanya.
Untuk anak muda, ia berpesan agar tidak mudah menyerah dalam merintis usaha apa pun. “Harus ikhtiar, siap tahan banting, dan jangan lupa pasrah kepada Sang Pencipta,” pungkas Bu Trismiyati.
Mustakim
www.jejakkasusgroup.co.id


Social Header