Breaking News

* Layani 3.455 Warga di 21 Desa, SPELING Dinkes Purworejo Kejar Target 3.900 Pasien Spesialis 2026*

*Purworejo, Minggu 10/5/2026* – Program Spesialis Dokter Keliling atau SPELING milik Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo terus tancap gas melayani warga hingga pelosok. Sejak diluncurkan, program unggulan ini sudah menjangkau 21 desa di 12 kecamatan dengan total 3.455 warga terlayani.

Kepala Dinas Kesehatan Purworejo, dr. Hj. Sudarmi, M.M., mengatakan SPELING tahun 2026 menargetkan 3.900 warga. Artinya, capaian saat ini sudah 88,5% dari target tahunan. 

“SPELING ini jawaban atas keluhan warga desa yang sulit akses dokter spesialis. Kita jemput bola langsung ke desa,” kata Sudarmi kepada awak media via WhatsApp, Minggu 10/5/2026.

*Sudah 12 Kecamatan, 5 Dokter Spesialis Turun Gunung*  
Data Dinkes mencatat, SPELING sudah 2 kali menyambangi Kecamatan Bagelen, Bayan, Loano, Purworejo, Bruno, dan Gebang. Sementara Kecamatan Kaligesing, Kemiri, Pituruh, Purwodadi, Kutoarjo, dan Banyuurip masing-masing 1 kali.

Lima dokter spesialis diterjunkan langsung: Spesialis Obsgyn, Penyakit Dalam, Anak, Jiwa, dan Paru. “Kasus yang paling banyak kita temukan hipertensi, diabetes, gangguan kehamilan risiko tinggi, ISPA, dan masalah kesehatan jiwa ringan,” jelas Sudarmi.

*Anggaran Kolaborasi Puskesmas & RS*  
Soal biaya, Sudarmi menegaskan SPELING tidak membebani APBD besar. “Anggaran SPELING diintegrasikan dengan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas. Untuk dokter spesialis dan obat, ditanggung RS pelaksana,” ungkapnya.

Kolaborasi ini membuat layanan spesialis yang biasanya hanya ada di RSUD kini bisa dirasakan warga desa tanpa biaya transportasi dan antrean panjang.

*Target 3.900 Warga, Fokus Desa Terpencil*  
Dengan sisa target 445 warga, Dinkes akan fokus ke desa terpencil dan belum terjangkau. “Kami prioritaskan daerah yang akses ke RSUD jauh. Prinsipnya, warga tidak boleh kesulitan karena alasan geografis,” tegas Sudarmi.

Program SPELING digadang jadi salah satu kunci menekan angka kematian ibu, stunting, dan penyakit tidak menular di Purworejo. “Kalau penyakit terdeteksi dini oleh spesialis, biaya pengobatan jangka panjang bisa ditekan. Ini investasi kesehatan,” tutupnya.

Mustakim

www.jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID