Breaking News

*Disnakertrans Purworejo Bongkar Tantangan Kerja 2026: “Skill Mismatch” Jadi Biang Kerok Pengangguran*


*PURWOREJO* – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Purworejo membeberkan kondisi ketenagakerjaan terkini sekaligus strategi menekan angka pengangguran di wilayahnya. Hal itu disampaikan Kepala Disnakertrans Purworejo, Sukmo Widi, dalam wawancara via WhatsApp, Senin (19/05/2026).

*3.462 Pencari Kerja, Pertanian Masih Jadi Penopang Utama*  
Berdasarkan data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka Purworejo tahun 2025 berada di angka 3,72%. Sementara jumlah pencari kerja aktif yang terdaftar hingga April 2026 mencapai 3.462 orang.  

“Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja saat ini masih didominasi pertanian, jasa, dan manufaktur,” jelas Sukmo.

*Tantangan Terbesar: Lulusan Tak Sesuai Kebutuhan Industri*  
Menurut Sukmo, tantangan utama dunia kerja di Purworejo adalah ketimpangan antara pertumbuhan angkatan kerja baru dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.  
“Pertumbuhan angkatan kerja baru masif, tapi penciptaan lapangan kerja belum sebanding. Akibatnya angka pengangguran tetap tinggi,” ujarnya.

Selain itu, terjadi _skill mismatch_ di mana lulusan pendidikan formal tidak memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kondisi perekonomian yang belum stabil juga membuat banyak perusahaan menahan rekrutmen, bahkan melakukan PHK.  

“Tidak sedikit usaha yang berhenti beroperasi, sehingga muncul pengangguran baru,” tambahnya.

Disnakertrans juga menyoroti lemahnya akses informasi pasar kerja di pelosok desa. Sistem seperti bursa kerja online dan job fair belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Perubahan kebijakan pusat, termasuk kenaikan UMK yang signifikan, turut mendorong perusahaan melakukan efisiensi.

*Job Fair Belum Ada, Pelatihan Gratis di BLK Dibuka Lebar*  
Untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Disnakertrans saat ini masih mengandalkan fasilitasi perekrutan langsung di dinas. Job fair belum dijadwalkan dalam waktu dekat.  

Namun, masyarakat bisa mengikuti pelatihan kerja gratis di Balai Latihan Kerja (BLK) Purworejo. Beberapa program yang dibuka antara lain mengemudi mobil, pijat refleksi, bahasa Inggris, las, sablon, PHP, digital marketing, instalasi listrik, mebel, menjahit, operator mesin bubut, hingga perbaikan alat rumah tangga.  

“Pelatihan ini kami sesuaikan dengan kebutuhan industri lokal Purworejo. Pendaftaran bisa melalui website dinas atau datang langsung ke BLK,” kata Sukmo.

*Kartu Kuning Kini Daftar Online*  
Pengurusan kartu AK1 atau kartu kuning kini lebih mudah. Pencari kerja cukup membuat akun di http://www.kemnaker.go.id, mengisi biodata, mengunggah dokumen, lalu mencetak kartu di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Purworejo.

*Perlindungan Pekerja Diperkuat*  
Kasus yang paling sering dilaporkan adalah pelanggaran hak karyawan, seperti upah tidak sesuai dan PHK sepihak. Masyarakat bisa mengadu berdasarkan UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.  

“Kami juga rutin melakukan sosialisasi dan monitoring pembayaran UMK agar perusahaan patuh,” tegas Sukmo.

*Program Transmigrasi dan PMI Masih Dibuka*  
Untuk program transmigrasi, Purworejo masih mengikuti Transmigrasi Karya Nusantara (TKN). Alokasi penempatan tahun 2026 masih menunggu keputusan pusat dan provinsi.  

Sementara program Transmigrasi Ekspedisi Patriot dari Kementerian Transmigrasi telah dibuka pendaftarannya sejak 1–21 Mei 2026.  
Bagi calon Pekerja Migran Indonesia, syarat dan perlindungan diatur dalam Permen P2MI No. 2 Tahun 2026.

*“Purworejo Makaryo” Jadi Andalan 2026*  
Program unggulan Disnakertrans tahun ini adalah _Purworejo Makaryo_ atau Purworejo Bekerja. Program ini fokus pada pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan pasar dan pengawasan industri agar memprioritaskan tenaga kerja lokal.  

“Harapannya, program ini bisa menurunkan angka pengangguran, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” tutup Sukmo.

Mustakim 

www.jejakkasusgroup.co.id

-l
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID