*PURWOREJO* – Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo, dr. Tolkha Amarudin, memberikan klarifikasi langsung terkait tujuh isu krusial yang menyangkut pelayanan, anggaran, hingga kesiapan rumah sakit. Klarifikasi disampaikan melalui wawancara WhatsApp pada Selasa (19/05/2026).
Berikut rangkumannya untuk masyarakat Purworejo:
1. Akreditasi Paripurna Dipertahankan, Target 2026 Tak Turun Kelas
RSUD Tjitrowardojo masih berstatus akreditasi *Paripurna* sejak 2022 dan menargetkan mempertahankan predikat tertinggi itu pada akreditasi ulang 2026.
Temuan terberat pada penilaian terakhir adalah perlunya revisi Peraturan Bupati tentang Tata Kelola RS agar selaras dengan SOTK terbaru. Proses revisi kini sedang berjalan.
“Akreditasi tidak memengaruhi tarif INA-CBGs BPJS, tapi berpengaruh pada kerja sama antara RS dan BPJS,” jelas dr. Tolkha.
2. Piutang BPJS Nihil, PAD BLUD Tembus 103%
Per 30 April 2026, RSUD tidak memiliki piutang BPJS yang belum cair. Kemandirian BLUD juga terbukti dari capaian Pendapatan Asli Daerah 2025 sebesar Rp264,6 miliar, atau 103,62% dari target.
Target PAD 2026 dipatok Rp246,3 miliar dengan strategi penambahan layanan baru dan peningkatan kualitas. Stok obat dan alat kesehatan dipastikan aman untuk 1,5 bulan ke depan, tanpa kejadian obat kosong.
3. Antrean Poli Teratasi, Layanan Jantung-Kanker Terus Dikembangkan
Antrean panjang di Poli Jantung, Bedah, dan Penyakit Dalam kini tidak terjadi lagi berkat penambahan dokter spesialis dan pembagian sesi praktik pagi, siang, sore.
Layanan unggulan seperti Cathlab sudah berjalan untuk kateterisasi jantung dan pemasangan ring. Sementara layanan radioterapi untuk kanker masih dalam proses izin BAPETEN.
Untuk mengurangi kepadatan, RSUD menerapkan pendaftaran online dan integrasi Mobile JKN. Saat ini 99,48% pasien sudah mendaftar secara digital. BOR ruang rawat naik dari 78,27% di 2025 menjadi 95,78% pada Januari-April 2026. Jika overkapasitas, pasien diarahkan ke bed cadangan, titip rawat, atau rujukan ke RS jejaring.
4. Kekurangan Dokter Spesialis, Insentif Tak Pernah Telat
RSUD masih kekurangan dokter spesialis Anestesi, Radiologi, Bedah Saraf, Rehab Medik, Ortodonti, dan Bedah Thorax Kardiovaskuler.
“Insentif dan jasa pelayanan dokter dibayar tiap bulan, tidak ada tunggakan,” tegas dr. Tolkha.
Saat ini belum ada program beasiswa dokter spesialis dari Pemkab, sehingga RSUD memanfaatkan peluang beasiswa dari Kemenkes RI.
5. Siaga Hadapi Malaria dan DBD, Alat Lab 24 Jam Siap
Januari-April 2026, RSUD menangani 10 kasus DBD dan 1 kasus malaria rujukan dari luar daerah. Tidak ada kematian.
Alat mikroskopis dan RDT malaria tersedia 24 jam dan tidak pernah kosong. SOP rujukan dari puskesmas juga berjalan optimal tanpa kendala.
6. Rekam Medis Elektronik 100%, Data Aman dari Ransomware
RSUD telah menerapkan Rekam Medis Elektronik 100%. Sistem backup harian dan keamanan siber sesuai standar Trust Mark BPJS Kesehatan.
“Hingga kini belum pernah terjadi serangan ransomware,” ungkapnya.
7. Aduan Masyarakat Respons Kurang dari 30 Menit
Pengaduan terbanyak tiga bulan terakhir berkaitan dengan sarana-prasarana dan pengelolaan parkir. Tidak ada temuan pungli selama 2025-2026.
Kanal aduan paling responsif adalah WA Aduan dengan rata-rata respons kurang dari 30 menit. Masyarakat juga bisa melapor lewat website, email, Instagram, Facebook, kotak saran, dan lapor langsung ke petugas.
Klarifikasi ini diharapkan menjawab keresahan masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pelayanan RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo.
Mustakim
www.jejakkasusgroup.co.id


Social Header