Breaking News

SANGAT MENJIJIKKAN RIBUAN LALAT MENYERBU RUMAH PENDUDUK DARI KANDANG AYAM DESA BULUNGCANGKRING JEKULO KUDUS


Hari ini Rabu (01-04-2026) Puluhan masyarakat Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus mendatangi Balai desa untuk melakukan Mediasi dalam penanganan masalah lalat yang sering terjadi pasca panen. Sangat menjijikkan puluhan ribu lalat menyebar kepemukiman rumah penduduk. Lalat selalu membawa bakteri yang bisa menjadi sumber penyakit.

Masyarakat menuntut adanya penyelesaian dan penanganan terkait lalat dari kandang ayam pasca panen,  masyarakat benar-benar merasa di rugikan, karena lalat-lalat tersebut  menggangu aktivitas mereka. Sangat meresahkan bila lalat menyerbu sampai rumah penduduk. Apalagi kalau lalat sampai banyak kedalam rumah. Sangat tidak baik untuk kesehatan masyarakat. Maka masyrakat meminta agar ada perhatian dinkes serta bupati kudus agar dapat membagikan obat untuk menghilangkan lalat imbas dari panen dari kandang ayam. Seharusnya kandang ayam tidak berdekatan dengan wilayah perumahan penduduk. Juga setiap peternakan ayam harus di jaga kebersihannya serta dalam pantauan dinkes kudus.

Menurut warga, setiap kali masa panen ayam tiba, jumlah lalat meningkat drastis hingga mencapai ribuan. Lalat-lalat tersebut kemudian menyebar ke rumah-rumah warga, hinggap di makanan, peralatan rumah tangga, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Maka pihak pemerintah kudus harus mengevaluasi keberadaan kandang ayam dengan jarak ke rumah penduduk agar tidak memberikan dampak buruk untuk kesehatan penduduk.

Dalam musyawarah antara masyarakat dengan pemilik usaha sudah dilaksanakan.
Dalam mediasi ini turut hadir Kapolsek Jekulo AKP. Danail Arifin S.H.,M.H. beserta jajaran,  Kasat Intelkam Polres Kudus AKP Krisbiantoro , Kasi Trantibum kecamatan jekulo Drs. Adi Sumarno, BPD dan Pemdes Desa Bulungcangkring. 

Sekdes Bulungcangkring Fatkhur Rohman saat di mintai keterangan awak media menjelaslan, permasalahan ini bukanlah hal baru. Ia menyebut, gangguan lalat selalu terjadi berulang kali setiap musim panen ayam, namun hingga kini belum ada penanganan yang benar-benar efektif dari pihak pemilik kandang ayam. Maka masyarakat mengharapkan dinkes dan bupati kudus memperhatikan persoalan dampak peternakan ayam yang.selalu menimbulkan masalah lalat. 

“Masalah lalat ini selalu muncul setiap habis panen. Jumlahnya sangat banyak dan masuk ke rumah-rumah warga. Sangat menjijikkan ribuan lalat memenuhi rumah warga.

Hari ini kami Pemdes memfasilitsi mempertemukan antara warga dan pemilik kandang untuk mencari win-win solution terkait permasalahan tersebut,” ujarnya.

Kepala Desa Bulungcangkring Sulakim juga memberikan keterangan, ada beberapa tuntutan dari warga yang terdampak kepada pihak pengusaha kandang, 

"Alhamdulillah hari ini di sepakati antara warga terdampak lalat dengan pihak pengusaha kandang ayam, kesepakatan tersebut antara lain, 

- pihak kandang siap melakulan pembersihan dan penanganan terkait lalat. 
- kesepakatan bina lingkungan, (memperkerjakan masyarakat sekitar) 
- memberikan konpensasi kepada lingkungan melaui RT setiap bulan. Untuk teknisnya masih dalam pembahasan paguyuban kandang. Tandasnya. 

AKP. Danail Arifin S.H.,M.H. Kapolsek Jekulo menambahkan, mediasi antara warga terdampak lalat di desa Bulungcangkring dengan pihak pengusaha kandang hari ini berjalan kondusif, kami selaku pihak Kepolisian mengucapkan terimakasih dan apresiasi terhadap kesigapan Pemdes Bulungcangkring dalam penanganan permasalahan terkait lalat ini.. 

"Kami dari pihak kepolisian sektor jekulo, mengucapkan terimakasih dan apresiasi terhadap kesigapan pemdes Bulungcangkring dalam penanganan dan mediasi permasalahan lalat ini, sehingga kondisi tetap kondusif dan aman terkendali. "

Kami juga menghimbau kepada masyarakat, agar setiap permasalahan sekecil apapun dapat di komunikasikan, untuk di cari solusinya, 
Tetap jaga kondusifitas dan selesaikan permasalahan dengan musyawarah" Tutup AKP. Danail Arifin. 

Dengan terjadinya kesepakatan antara warga masyarakat dan pengusaha kandang ayam, maka permasalahan ini di anggap selesai. 
Warga juga berharap agar kesepakatan yang sudah di sepakati dapat di jalankan, dan tidak timbul lagi permasalahan di kemudian hari.  (C.A) 

Wapinred : Ramidi
Tim Wartawan : Irul JK. Manto JK. Ricky. Kardi
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID