Purworejo + Jawa Tengah - dr. Tolkha Amaruddin, http:/qf² ko/Sp.THT., http://M.Kes., Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo, menegaskan visi rumah sakit menjadi pusat rujukan terbaik di Jawa Tengah bagian selatan. “Cita-cita kami, Tjitrowardojo menjadi mercusuar pelayanan kesehatan untuk wilayah Kedu hingga Cilacap barat,” ujarnya.
Untuk mencapai visi tersebut, rumah sakit mengusung empat misi utama:
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan bermutu, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
2. Mengembangkan SDM profesional serta menyelenggarakan pendidikan dan penelitian kesehatan.
3. Menguatkan sistem rujukan regional dan membangun jejaring kolaboratif dengan fasilitas kesehatan lain. Jaa
4. Meningkatkan tata kelola rumah sakit yang akuntabel, transparan, dan inovatif berkelanjutan.b
n
RSUD dr. Tjitrowardojo diproyeksikan melayani wilayah sekitar Purworejo, termasuk Magelang, Wonosobo, Kebumen, Kulon Progo, Cilacap, dan Majenang, terutama untuk layanan tingkat lanjutan.
Sesuai master plan 2045, pembangunan dilakukan bertahap. Tahun depan dimulai tahap 1: Gedung Rawat Inap Terpadu 5 lantai. Selanjutnya menyusul poliklinik terpadu dan gedung lain. Targetnya seluruh pengembangan rampung sebelum 2045.
Saat ini RSUD memiliki 23 layanan spesialistik. Juni 2026, layanan radioterapi dan cath lab mulai beroperasi. RSUD Tjitrowardojo akan menjadi satu-satunya rumah sakit di wilayah Kedu yang memiliki radioterapi. Terdekat hanya di RSUD Margono Purwokerto dan Yogyakarta.
Digitalisasi juga terus didorong untuk mewujudkan _smart hospital_. Hingga Maret 2025, BOR mencapai 91%, di atas ideal 65–80%. Karena itu penambahan ruang rawat inap menjadi prioritas. Indeks kzepuasan masyarakat triwulan I 2025 naik ke 88,13. Kunjungan rawat jalan, rawat inap, dan IGD tumbuh rata-rata 23,61%.
Target pendapatan 2025 sebesar Rp246 miliar. Hingga 31 Maret terealisasi Rp60,4 Bumiliar atau 24,52%. Untuk mengimbangi BOR tinggi, rumah sakit menambah 10 kamar baru dan mengefisienkan _turn over_ rawat inap.
Tantangan lain mencakup perubahan sistem pembiayaan BPJS dari INA-CBG’s ke iDRG, pemberlakuan rumah sakit berbasis kompetensi, dan KRIS. RSUD Tjitrowardojo juga ditunjuk Kemenkes sebagai rumah sakit penyelenggara pendidikan utama spesialis obstetri dan ginekologi. Ini satu-satunya RSUD kabupaten/kota di Jawa Tengah yang mendapat penunjukan.
Layanan unggulan yang dikembangkan meliputi IGD, Bedah Sentral Terpadu, Pusat Kesehatan Ibu dan Anak, Pusat Jantung dengan cath lab, Pusat Onkologi Terpadu dengan radioterapi dan kemoterapi, Hemodialisa menuju 60 TT, poliklinik subspesialis, rehabilitasi medik, serta laboratorium dan radiologi lengkap dengan patologi anatomi dan mikrobiologi.
RSUD telah meraih akreditasi penyelenggara pendidikan, sertifikat pelayanan, dan predikat WBK dari KemenPAN-RB. Program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau _hospital based_ juga akan dibuka. RSUD Tjitrowardojo masuk batch 2 yang dijadwalkan November 2026.
Saat ini kapasitas tempat tidur 327 TT dan siap ditambah 19 TT di 10 titik. Strategi SWOT menempatkan status rumah sakit tipe B pendidikan dan kepuasan masyarakat 88% sebagai kekuatan. RSUD siap bersaing dengan rumah sakit swasta besar yang akan hadir di Purworejo.
“Kami bersama menuju pusat rujukan terbaik di Jawa Tengah Selatan. Kami memberi bukti, bukan janji. Melayani dengan hati, memimpin dengan prestasi,” tutup dr. Tolkha.
*Penjelasan Wadir Pelayanan, dr. Nunik Sulistyaningsih, http://M.Sc.*
Layanan onkologi kini buka Jumat dan Sabtu. Layanan retina disiapkan dengan dokter spesialis yang baru menyelesaikan fellowship dan pengadaan alat pada 2026. Radioterapi segera dibuka tahun ini. Layanan cath lab beroperasi Senin, Selasa, dan Kamis. Uji _commissioning_ dimulai pekan depan, dilanjutkan perizinan Bapeten dan BPJS.
Syarat layanan cath lab meliputi surat permintaan tindakan dari DPJP, _informed consent_, persetujuan tindakan, serta hasil lab, EKG, dan foto rontgen. Tim cath lab terdiri dari dokter jantung intervensi, anestesi, perawat, radiografer, fisikawan medis, hingga CSSD. Seluruh SDM sudah tersertifikasi. Tindakan berlangsung 30–60 menit.
Untuk radioterapi, pasien dirujuk dokter spesialis. Prosedur meliputi simulasi, pembuatan alat bantu, dan perencanaan dosis oleh fisikawan medis dan dokter. Penyinaran dilakukan 5 kali seminggu selama beberapa minggu. RSUD memiliki 2 dokter radioterapi, perawat, radiografer, dan fisikawan medis level 8.
Hasil radiologi kini digital melalui Citra Mobile. Pasien tidak lagi membawa film, cukup akses lewat ponsel.
Terkait layanan ibu dan anak, RSUD tengah dievaluasi menuju level spesialistik. Kekurangan utama adalah SDM dokter anak subspesialis jantung. IGD maternal 24 jam dengan 4 dokter anestesi dan dokter obgyn siaga.
Penanganan aduan 2025–triwulan I 2026 tercatat 295 aduan. Hanya 1 yang tidak selesai karena pelapor tidak dapat ditemui. Media aduan terbanyak melalui WhatsApp. Survei kepuasan menunjukkan tren naik: dari 80,19 di semester I 2023 menjadi 88,13 di triwulan I 2025. Aspek tertinggi adalah tarif dan perilaku pelaksana. Aduan terbanyak terkait prosedur dan komunikasi.
Masukan masyarakat antara lain waktu parkir motor, area bermain anak, peta lokasi, Wi-Fi publik, bau kamar mandi, fasilitas ruang jiwa, ruang rawat inap, TV, dispenser, _nurse call_, nomor antrean digital, ketertiban pengunjung, jam praktik poli, hingga aplikasi mobile. Banyak masukan sudah ditindaklanjuti atau masuk perencanaan 2026.
“Kami terus berbenah. Masukan masyarakat jadi bahan perbaikan agar pelayanan RSUD Tjitrowardojo semakin baik,” pungkas dr. Nunik.
Mustakim
www.jejakkasusgroup.co.id


Social Header