Breaking News

Q,Ris Mencegah Kebocoran PAD Daerah


PURWOREJO - Upaya modernisasi sistem parkir mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga melakukan studi tiru ke Kabupaten Purworejo pada Selasa (28/01/2026). Rombongan dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Salatiga, dengan didampingi jajaran Dishub serta perwakilan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Daerah (BKPD) setempat.

Purworejo dipilih sebagai tujuan karena dinilai sudah lebih dulu menerapkan pembayaran parkir non tunai berbasis QRIS. Informasi tersebut diketahui Dishub Salatiga dari berbagai pemberitaan media dan unggahan media sosial.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana Purworejo menerapkannya, karena di Salatiga sistem parkir masih berjalan manual,” tutur Kepala Dishub Kota Salatiga, Guntur Junarto.

Di Purworejo, rombongan disambut oleh Kepala Dishub Kabupaten Purworejo, Agus Widiyanto, bersama jajaran. Guntur menyebut sistem non tunai yang diterapkan di Purworejo layak dijadikan contoh awal untuk diterapkan di Salatiga.

“Insyaallah akan kami adopsi. Kunjungan ini menjadi bekal dan literasi bagi kami dalam menyiapkan sistem parkir yang lebih modern,” jelasnya.

Guntur menekankan bahwa digitalisasi parkir menargetkan dua hal utama: meningkatkan pendapatan daerah sektor parkir dan meminimalkan kebocoran dalam pengelolaannya. Menurutnya, pengelolaan manual membuka ruang bagi kebocoran sehingga hasilnya tidak optimal masuk ke kas daerah.

“Kalau bocor, yang menikmati hanya segelintir orang. Tetapi kalau transparan, hasilnya kembali ke APBD dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, sistem non tunai juga dinilai berdampak positif bagi juru parkir (jukir). Guntur mengaku mendengar langsung pengalaman jukir di Purworejo yang merasa terbantu dengan penggunaan QRIS.

“Tadi ada jukir yang sudah 22 tahun bekerja dan justru merasa sistem QRIS memudahkan. Berarti profesi ini bisa menjanjikan jika dikelola baik, bahkan penghasilannya bisa melebihi UMK,” imbuhnya.
Kepala Dishub Kabupaten Purworejo, Agus Widiyanto, menyampaikan apresiasi terhadap kunjungan Dishub Kota Salatiga. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum positif untuk saling bertukar pengalaman.

“Biasanya kami yang belajar ke daerah lain. Kali ini justru Purworejo yang dikunjungi. Ini luar biasa,” ujarnya.

Agus tidak menampik masih adanya tantangan dalam penataan parkir di Purworejo, terutama soal kebocoran dan manajemen lapangan. Evaluasi terus dilakukan agar tata kelola semakin transparan serta menguntungkan pemerintah daerah dan para jukir.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan persuasif dan komunikasi menjadi faktor penting keberhasilan penerapan non tunai. Ketika jukir merasa dihargai, mereka terdorong bekerja lebih jujur dan profesional.

“Seseorang tidak akan bertahan puluhan tahun kalau ia tidak betah. Artinya profesi ini memang bisa menjanjikan bila dikelola dengan benar,” tambahnya.

Saat ini, penerapan pembayaran parkir non tunai di Purworejo masih terbatas di sejumlah titik. Namun ke depan, Dishub berencana memperluas penerapan sekaligus memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi.

“Keterbatasan SDM membuat kami menyiapkan pengawasan berbasis CCTV untuk memantau secara real time dan menghitung jumlah kendaraan. Data akan lebih akurat dan transparan,” jelas Agus.

Ia menyebut rencana tersebut telah mendapat dukungan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Kabupaten Purworejo, dengan penyesuaian terhadap kemampuan fiskal.

“Jika anggaran memungkinkan, kami berharap seluruh titik parkir bisa dilengkapi sistem ini,” tutupnya. (IMRN)

Mustakim

www.jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID