Breaking News

Perawat Diminta Perkuat Layanan Humanis dan Profesional Dalam Rakerda PPNI

PURWOREJO — Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Evaluasi Kinerja Program Tahun 2025 sekaligus Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Penyusunan Program Tahun 2026, Minggu (4/1/2026).

Kegiatan berlangsung di Gedung Pusat Pengembangan Perawat (Gedung PPNI) Kabupaten Purworejo, yang berlokasi di depan Perumahan PEPABRI, Kecamatan Banyuurip, dan dibuka secara resmi oleh Bupati Purworejo, Hj. Yulihastuti.
Dalam sambutannya, Bupati Yulihastuti menegaskan bahwa perawat memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Ia mengapresiasi dedikasi dan pengabdian jajaran PPNI Purworejo dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

“Peran perawat sangat menentukan mutu pelayanan kesehatan. Profesionalisme, kompetensi, serta sikap ramah dan humanis harus menjadi budaya bersama,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya pendekatan pelayanan yang santun dan empatik, terutama bagi pasien di fasilitas kesehatan, baik pemerintah maupun swasta. Ia mengingatkan agar perawat tidak bersikap ketus dan selalu memberikan penjelasan yang mudah dipahami pasien.
“Pasien itu sedang sakit, butuh perhatian. Cara berbicara, kesabaran, dan empati perawat sangat berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Bupati Yulihastuti menyampaikan bahwa program layanan kesehatan gratis yang menjadi bagian dari visi-misi pemerintah daerah mulai diterapkan tahun ini. Ia berharap program tersebut tidak mengurangi semangat dan kinerja tenaga kesehatan, khususnya perawat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengucapkan selamat kepada sejumlah perawat PPNI Purworejo yang baru saja dipercaya menduduki jabatan strategis, di antaranya sebagai kepala puskesmas dan pejabat struktural di rumah sakit daerah. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kinerja yang semakin baik.
Sementara itu, Ketua DPD PPNI Kabupaten Purworejo, Heru Agung Prastowo, menyampaikan bahwa Rakerda ini dilaksanakan berdasarkan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPNI serta program kerja organisasi tahun 2025.

“Rapat kerja ini bukan hanya evaluasi, tetapi momentum menyatukan langkah dan persepsi dalam menyusun program 2026 agar organisasi semakin solid dan manfaatnya dirasakan seluruh anggota,” ujarnya.

Heru juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo atas kepercayaan yang diberikan kepada tiga anggota PPNI yang kini mengemban amanah sebagai pimpinan fasilitas layanan kesehatan, yakni Kepala Puskesmas Banyuurip, Kepala Puskesmas Sogorokrapyak, serta Kepala Seksi Keperawatan RSUD R.A. Tjokronegoro Purworejo.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi PPNI untuk semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Heru turut menyinggung penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Purworejo Tahun 2026 sebesar Rp2.401.916. Ia berharap kebijakan tersebut juga dapat diterapkan secara merata, termasuk bagi perawat yang bekerja di fasilitas kesehatan swasta.

“Kami berharap UMK ini bisa dirasakan oleh rekan-rekan perawat di fasilitas swasta sebagai tambahan motivasi untuk meningkatkan etos kerja dan kualitas pelayanan,” katanya.

Rakerda PPNI Purworejo 2026 diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang adaptif, terukur, dan berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan kompetensi anggota, mutu layanan, serta penguatan etika dan disiplin profesi keperawatan.

Acara ditutup dengan pernyataan resmi pembukaan Rakerda oleh Bupati Purworejo sebagai simbol dimulainya proses perumusan program kerja PPNI Kabupaten Purworejo Tahun 2026. (IMRN)

Mustakim

www.jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID