PEMALANG – Intensitas hujan yang tinggi di kawasan pegunungan berujung petaka bagi warga di lereng Gunung Slamet. Pada Sabtu (24/1), banjir bandang disertai material lumpur dan batu menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menyebabkan ratusan warga terdampak dan kerugian material yang masif.
Wilayah Terdampak Parah
Dua kecamatan, yakni Pulosari dan Moga, menjadi wilayah yang mengalami kerusakan paling signifikan. Berdasarkan laporan lapangan, lima desa tercatat mengalami dampak terburuk:
* Kecamatan Pulosari: Desa Penakir, Nyalembeng, dan Gunungsari.
* Kecamatan Moga: Desa Sima (Dusun Gintung & Tretep) dan Desa Pepedan.
Di Desa Penakir, dilaporkan sedikitnya delapan rumah hanyut terseret arus deras yang datang tiba-tiba. Sementara itu, puluhan rumah lainnya di Desa Sima dan Pepedan mengalami kerusakan berat akibat hantaman material lumpur dan batu yang terbawa aliran air.
Di tengah duka bencana, suara kritis muncul dari masyarakat terkait penyebab bencana ini. Muncul dugaan kuat bahwa banjir bandang dan longsor lumpur ini merupakan dampak dari pemberian izin pertambangan di lereng Gunung Slamet oleh pemerintah daerah.
Eksploitasi lahan di kawasan hulu dinilai telah merusak daya serap tanah, sehingga saat hujan deras tiba, air tidak lagi meresap melainkan meluncur membawa material lumpur ke pemukiman warga di bawahnya.
"Air dan lumpur jadi satu. Ini bukan sekadar hujan biasa, tapi dampak dari rusaknya alam di atas sana," ujar salah satu warga terdampak
Hingga saat ini, warga bersama aparat desa dan tim gabungan masih berupaya melakukan:
* Pendataan Kerusakan: Mengidentifikasi total kerugian rumah dan infrastruktur.
* Pembersihan Material: Gotong royong membersihkan sisa lumpur dan batu yang menutup akses jalan dan rumah.
* Evakuasi: Memastikan keselamatan warga, terutama kelompok rentan, mengingat curah hujan masih diprediksi tinggi.
Masyarakat mendesak Pemerintah Daerah tidak hanya melakukan langkah darurat pascabencana, tetapi juga mengevaluasi total kebijakan perizinan tambang di kawasan sensitif lingkungan demi mencegah bencana banjir bandang dan tanah longsor.


Social Header