Breaking News

SMK Patriot Pituruh Naik Kelas! Gedung Praktik TKR Berstandar Industri Akhirnya Diresmikan

PURWOREJO – Komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi kembali diwujudkan melalui peresmian Gedung Ruang Praktik Siswa (RPS) Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Patriot Pituruh, Kabupaten Purworejo. Peresmian tersebut menandai rampungnya Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Anggaran 2025 yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Program revitalisasi ini merupakan kebijakan prioritas pemerintah pusat melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagai upaya meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan kejuruan agar selaras dengan kebutuhan dunia industri.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Maryanto, S.Pd., M.Sc., menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan bagian strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Visi Indonesia Emas 2045.
“Pendidikan yang bermutu harus ditopang oleh sarana dan prasarana yang memenuhi standar. Khusus untuk SMK, fasilitas praktik harus benar-benar menyesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Maryanto.

Ia mencontohkan, ruang praktik TKR idealnya menyerupai bengkel industri agar peserta didik terbiasa dengan lingkungan kerja nyata sesuai kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) sekolah dengan mitra industri.

Maryanto mengungkapkan, pada tahun 2025 terdapat sekitar 36 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII yang menerima bantuan revitalisasi. Dari jumlah tersebut, empat sekolah berada di Kabupaten Purworejo, yakni SMK Patriot Pituruh, SMK Muhammadiyah Purwodadi, SMA Negeri 2 Purworejo, dan SMA Negeri 3 Purworejo.

“Rata-rata besaran bantuan revitalisasi yang diterima sekolah berada di atas Rp1,5 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMK Patriot Pituruh, Haryoto, menjelaskan bahwa bantuan yang diterima sekolahnya merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi SMK Tahun 2025 yang difokuskan pada pembangunan gedung ruang praktik.

“Total dana bantuan yang kami terima sebesar Rp1.953.000.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025, dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender,” ungkap Haryoto usai peresmian gedung pada Rabu (17/12/2025).

Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMK Patriot Pituruh. Gedung RPS TKR yang dibangun memiliki ukuran 18 x 30 meter dan dilengkapi fasilitas penunjang berupa toilet serta perabot. Seluruh desain gedung disesuaikan dengan standar ruang praktik industri.

Haryoto menuturkan, proses memperoleh bantuan revitalisasi tersebut melalui tahapan yang cukup panjang. Pihak sekolah terlebih dahulu mengikuti pra-bimbingan teknis (pra-Bimtek) setelah menerima surat tugas dari Kementerian Pendidikan Vokasi pada 13 Juni 2025.

“Pra-Bimtek kami ikuti selama tiga hari. Setelah itu, kami kembali mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) lanjutan di Jakarta pada 20 Juni, termasuk penandatanganan dan penataan MoU,” jelasnya.

Usai seluruh tahapan tersebut, pembangunan gedung mulai dilaksanakan pada 7 Juli dan berlangsung hingga akhir November 2025.

“Alhamdulillah, saat diresmikan hari ini progres pembangunan sudah mencapai 100 persen,” katanya.

Menurut Haryoto, keberadaan gedung ruang praktik baru ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SMK Patriot Pituruh sekaligus mendorong minat pendaftaran peserta didik baru.

“Dengan fasilitas praktik yang memadai, kami optimistis SMK Patriot Pituruh semakin dipercaya masyarakat. Animo pendaftar juga terus meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan revitalisasi tahap ini masih difokuskan pada pembangunan gedung dan fasilitas pendukung, sementara peralatan praktik akan menyusul pada tahap berikutnya.

“Saat ini bantuannya berupa gedung, toilet, dan perabot. Untuk peralatan praktik akan kami tindak lanjuti. Sebelumnya kami sempat menerima bantuan alat, namun karena belum memiliki  ruang praktik, bantuan tersebut dialihkan ke sekolah lain,” ungkapnya.

Dengan selesainya pembangunan gedung ruang praktik tersebut, Haryoto berharap SMK Patriot Pituruh dapat semakin berkembang sebagai SMK berbasis industri dan mampu mencetak lulusan yang kompeten serta siap bersaing di dunia kerja.

Saat ini, SMK Patriot Pituruh memiliki sekitar 369 siswa yang menempuh pendidikan pada lima kompetensi keahlian, yaitu Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Manajemen Perkantoran (MP), serta Tata Boga/Kuliner.

Maryanto pun berharap, bantuan revitalisasi yang diberikan pemerintah dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Dengan sarana prasarana yang memadai dan berkualitas, guru akan lebih nyaman mengajar, siswa merasa aman dan tenang dalam belajar, serta proses pembelajaran dapat berjalan sesuai standar yang diharapkan,” pungkasnya. (IMRN)


Mustakim


www.jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID