Breaking News

Puncak HUT ke-80 PGRI Purworejo: Deretan Prestasi Guru hingga Rencana Beli Lahan Mandiri

Purworejo - Resepsi puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional Tahun 2025 digelar di Gedung PGRI Kabupaten Purworejo, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas.”

Acara tersebut menjadi penutup rangkaian panjang peringatan HUT PGRI yang sebelumnya diisi berbagai kegiatan, mulai dari lomba-lomba antaranggota hingga kegiatan sosial dan seremonial. Pada resepsi puncak ini, sejumlah prestasi guru dan cabang PGRI di tingkat kecamatan turut disorot.

Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan, menyampaikan bahwa momentum HUT ke-80 ini menjadi ajang refleksi sekaligus kebanggaan atas capaian para anggota PGRI. Ia mengungkapkan, sejumlah prestasi berhasil ditorehkan oleh guru-guru di Purworejo, baik di bidang olahraga maupun literasi. 

“Beberapa prestasi yang membanggakan di antaranya cabang olahraga catur dan bulu tangkis yang mampu menembus tingkat provinsi setelah melalui persaingan di tingkat karesidenan. Bahkan ada prestasi tingkat nasional dalam pembuatan buku, meski tadi sempat terlewat saat penyampaian,” ujar Irianto.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan semangat dan dedikasi para anggota PGRI yang terus berkembang. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada pengurus cabang di tingkat kecamatan yang dinilai sangat aktif dan inovatif dalam menyelenggarakan kegiatan.

“Cabang-cabang di kecamatan justru luar biasa. Seperti Grabag, Kaligesing, Bruno, dan Pituruh yang banyak meraih prestasi. Bahkan ada cabang yang mampu menghadirkan tokoh dari tingkat provinsi hingga kreator konten nasional. Semangat mereka luar biasa,” katanya.

Irianto menjelaskan, rangkaian kegiatan HUT ke-80 PGRI Kabupaten Purworejo dimulai dengan berbagai lomba yang diikuti oleh anggota. Setelah itu, dilaksanakan tasyakuran pada malam 25 November, dilanjutkan upacara peringatan Hari Guru Nasional dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan. Resepsi ini menjadi agenda penutup dari seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Irianto juga menyinggung persoalan kepemilikan lahan dan gedung PGRI. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini PGRI Kabupaten Purworejo belum memiliki tanah sendiri, sementara gedung yang digunakan merupakan aset milik pemerintah yang disewa oleh PGRI.

“Kondisi ini tentu menjadi perhatian kami. Jika sewaktu-waktu pemerintah membutuhkan lahan tersebut, PGRI harus siap. Oleh karena itu, melalui keputusan konferensi kabupaten, kami merencanakan pengadaan lahan strategis secara mandiri,” jelasnya.

Rencana tersebut, lanjutnya, akan didukung melalui iuran sukarela anggota penerima tunjangan profesi selama dua tahun. Dana tersebut nantinya dialokasikan untuk pembelian lahan yang diharapkan dapat digunakan sebagai pusat kegiatan PGRI, baik untuk pertemuan, olahraga, maupun usaha produktif organisasi.

“Harapannya, ke depan PGRI bisa mandiri secara finansial. Sehingga saat kegiatan besar seperti HUT ini, anggota tidak lagi dibebani iuran gotong royong, dan bisa fokus pada kegiatan di kecamatan masing-masing,” tambahnya.

Irianto menegaskan bahwa hikmah utama dari seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-80 PGRI adalah terbangunnya soliditas dan kebersamaan antaranggota. Ia menilai, tingkat kebersatuan PGRI Kabupaten Purworejo saat ini jauh lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya.

“Kebersatuan ini menjadi kunci. Instruksi dari kabupaten bisa dijalankan oleh cabang-cabang, dan itu indikator organisasi yang solid. Kami juga menekankan pentingnya transparansi agar organisasi tetap sehat dan dipercaya,” tegasnya.

Ia berharap, dengan semangat kebersamaan dan transparansi tersebut, PGRI Kabupaten Purworejo ke depan semakin kuat, mandiri, dan disegani, sekaligus mampu terus berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di daerah. (IMRN)

Mustakim 

www.jejakkasusgroup.co.id
© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID