Breaking News

Monumen Pompa Lindeteves Stokvis 1925 Diresmikan, Dalam.Rangka HUT PDAM Tirta Perwitasari ke 51


PURWOREJO - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-51 Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo yang mengusung tema “Merajut Sinergitas untuk Meraih Kinerja Optimal”, berbagai kegiatan telah digelar sejak awal pekan. Pada 10 Desember, rangkaian dimulai dengan donor darah yang diikuti oleh 50 peserta dari karyawan maupun masyarakat umum. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial ke panti jiwa, panti jompo, dan panti asuhan. Pada malam harinya digelar mujahadah yang dipimpin KH. Muhammad Samidin dari Loano yang menjadi momentum doa dan syukur bersama.

Memasuki hari Jumat, jajaran manajemen dan karyawan mengikuti apel bersama yang kemudian dilanjutkan dengan pengajian. Seusai pengajian, rangkaian berlanjut dengan acara peresmian Monumen Pompa Lindeteves Stokvis yang berlokasi di area barat kantor Perumda Tirta Perwitasari Purworejo. Pompa buatan Belanda tahun 1925 tersebut merupakan salah satu bukti sejarah sistem layanan air minum di Purworejo. Pompa ini awalnya difungsikan untuk kebutuhan militer dan jalur kereta api kolonial, sebelum akhirnya setelah kemerdekaan dialihkan untuk pelayanan masyarakat. Monumen ini diresmikan oleh Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo, H. Hermawan Wahyu Utomo, S.T., M.Si., pada 12 Desember 2025.

Dalam wawancara, Hermawan Wahyu Utomo menjelaskan bahwa HUT tahun ini banyak diisi kegiatan sosial. “Rundown pertama kegiatannya adalah donor darah yang diikuti karyawan maupun umum, ada 50 peserta. Setelah itu dilanjutkan dengan bantuan ke panti-panti sosial, kemudian mujahadah, apel bersama, pengajian, dan akhirnya peresmian monumen pompa ini,” jelasnya.

Terkait pompa bersejarah tersebut, beliau menegaskan nilai pentingnya. “Jadi memang kalau kita membuka sejarah, 1925 itu awal berdirinya perusahaan air bersih. Tapi khusus untuk kepentingan kolonial Belanda—khususnya militer dan kereta api. Setelah kemerdekaan, kita ubah untuk kepentingan masyarakat Purworejo. Ini momentum supaya kita dengan air bersih bisa melayani Kabupaten Purworejo lebih luas lagi,” ujarnya.

Monumen ini juga menjadi pengingat perjalanan panjang PDAM Purworejo dari masa ke masa. Hermawan menjelaskan, “Tanggal 12 Desember 1974 itu berdirinya perusahaan daerah air minum Kabupaten Purworejo. Kemudian di tahun 2003 berubah menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum Purworejo.” Ia menambahkan bahwa momentum peresmian monumen ini diharapkan menguatkan semangat seluruh karyawan agar terus meningkatkan pelayanan: “Awal tahun 2026 kita mau masuk di daerah Grabag dan Ngombol. Kita berharap monumen ini jadi penyemangat untuk gaspol meningkatkan pelayanan.”

Mengenai kondisi pompa, ia menjelaskan bahwa secara fisik masih terbilang bagus meski tidak lagi efisien. Monumen ini juga dipilih karena memiliki nilai filosofis. “Filosofi pompa itu awal mula teknologi masuk Indonesia. Sistem perpompaan tertua di Purworejo itu di Tuksongo. Dulu sistemnya manual, sekarang sudah digital dan komputerisasi,” terangnya. Ia juga menyinggung rencana pengembangan instalasi menggunakan teknologi membran dari Korea di Tuksongo agar kualitas air semakin baik dan dapat langsung diminum.

Hermawan juga menekankan pentingnya pelestarian sejarah PDAM. “Sebenarnya kita sudah mulai menulis buku sejarah PDAM dari awal 1925 sampai sekarang, tapi penulisnya meninggal. Ini nanti kita rangkum lagi bukti-buktinya. Banyak siswa sekolah sering berkunjung untuk melihat pengolahan yang lama dan yang baru,” ucapnya.

Direktur menambahkan bahwa upaya penulisan sejarah PDAM sebenarnya telah dirintis melalui penyusunan buku sejarah oleh almarhum Atas Danusubrata, dan kini akan kembali dirangkum untuk dokumentasi generasi mendatang, mengingat banyak pelajar yang rutin berkunjung untuk belajar mengenai instalasi air minum dari masa ke masa.

Seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-51 kemudian akan mencapai puncaknya pada malam hari dengan digelarnya acara Sholawatan Akbar di Alun-alun Purworejo pada Jumat, 12 Desember 2025. Acara ini menghadirkan Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf, pengasuh Majelis Azzahir, yang akan memberikan mauidhoh, doa, dan lantunan sholawat sebagai bentuk rasa syukur, pengharapan keberkahan, serta doa keselamatan bagi Perumda Tirta Perwitasari dan masyarakat Purworejo. (IMRN)

Mustakim

www.jejakkasusgroup.co.id

© Copyright 2022 - JEJAKKASUS.ID